Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Maret 2009

ASI, Tak Hanya AA dan DHA


ASI, Tak Hanya AA dan DHA
Hal tersebut disampaikan dr Yohanes Tri Nugroho Msi Med Spa dalam Road Show Seminar Building Your Child’s Brain Connection di Hotel Grand Aquila, Bandung.

Dikatakan, nutrisi terbaik untuk bayi adalah ASI karena dalam ASI terdapat banyak zat gizi yang diperlukan untuk perkembangan otak yang sehat, salah satunya adalah GA.

"GA dalam ASI berperan untuk pembentukan memori dan fungsi umum otak besar serta sebagai alat konektivitas sel otak bayi," ucapnya.

Meskipun begitu, kandungan GA dalam susu biasa sama sekali tidak berbahaya. Dikatakannya hingga saat ini belum ada riset yang menunjukkan efek negatif dari GA yang terkandung dalam susu biasa.

Sementara Ratna Siswati, Asisten Nutritionist Anmum, mengatakan GA sangat penting bagi tumbuh kembang anak. Dijelaskannya, bahwa ketika lahir, bayi memiliki 100 miliar sel otak yang belum terhubung dan GA diperlukan untuk menghubungkan sel-sel otak tersebut.

Jadi, tak cukup hanya dengan AA dan DHA saja. GA juga diperlukan untuk meningkatkan kecerdasan anak, ucapnya,

Saat ini ibu-ibu muda Indonesia sangat tertarik pada nutrisi untuk perkembangan otak anak. Kini, ada penemuan baru berupa nutrisi GA yang ternyata fungsinya tidak kalah penting dari AA dan DHA.

Perdarahan Paling Kerap Sebabkan Kematian Ibu


Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Dr. Hartanto mengatakan, persentase terbesar penyumbang angka kematian ibu disebabkan oleh perdarahan saat melahirkan.
"Jumlah kematian ibu yang disebabkan oleh faktor perdarahan mencapai 28 persen, sementara disebabkan oleh faktor lain-lain sebesar 22 persen," ujarnya ketika mengikuti Rapat Koordinasi Daerah Program KB Nasional Provinsi Jateng di Gedung Gradhika Semarang, Kamis.

Faktor lain yang menyebabkan kematian ibu, yakni eklampsia dengan tanda-tanda pada wanita yang terkena eklampsia biasanya sering mengalami kejang kejang.

"Faktor ketiga ini menyumbangkan angka kematian ibu hingga 13 persen," ujarnya.

Eklampsia juga dapat menyebabkan koma atau bahkan kematian baik sebelum, saat atau setelah melahirkan.

Selain itu, faktor keracunan darah (sepsis) juga menyumbangkan kematian ibu sebesar 10 persen, sedangkan aborsi sebesar 11 persen, dan partus (persalinan) macet sebesar 9 persen.

"Kehamilan yang tidak diinginkan juga menyumbangkan angka tujuh persen," ujarnya.

Selain faktor utama yang masih sering terjadi, kematian ibu juga disebabkan oleh sejumlah faktor tak langsung, seperti kondisi sosial ekonomi, pendidikan, sosial budaya, dan transportasi, serta kedudukan dan peranan wanita.

Ia menyarankan, ibu hamil meningkatkan pengetahuan seputar kehamilan, mengingat terlambat mengenal tanda bahaya dan mengambil keputusan berpotensi menimbulkan kematian.

Sementara upaya untuk menurunkan angka kematian ibu, Dinkes akan meningkatkan akses dan cakupan yankes ibu dan bayi baru lahir.

"Kami juga akan membangun kemitraan strategis dengan semua pemangku kepentingan dan melakukan pemberdayaan terhadap perempuan," ujarnya.

Di samping itu, pihaknya juga akan mencoba meningkatkan pemberdayaan keluarga dengan mendorong partisipasi dan keterlibatan masyarakat dalam menjamin penyediaan dan pemanfaatan pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir.

Upaya pencegahan juga dilakukan dengan meningkatkan persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih sehingga menjamin keselamatan ibu hamil dalam persalinan.

Perempuan Hamil Penderita Migren Hadapi Resiko Sakit Jantung


Beijing (ANTARA/Xinhuanet-OANA) - Perempuan yang menderita sakit kepala sebelah selama hamil menghadapi resiko paling besar untuk terserang bermacam stroke dan penyakit pembuluh darah, kata satu perhimpunan ilmuwan AS yang melandasi pendapat mereka pada studi pengendalian kasus, Rabu.

Temuan tersebut, yang disiarkan dalam BMJ, jurnal medis umum internasional, terbitan pekan ini, mendapati bahwa perempuan hamil yang menderita migren 15 kali lebih mungkin dibandingkan dengan perempuan lain untuk menderita stroke, dua kali lebih mungkin untuk mengalami serangan jantung dan tiga kali lebih mungkin untuk menghadapi pembekuan darah dan gangguan lain jantung selama kehamilan.

"Perawatan yang baik sebelum kelahiran diperlukan. Perempuan dengan migren berat yang terus-menerus selama masa kehamilan mesti menyadari semua factor resiko yang mereka hadapi, seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, sejarah pembekuan darah, sakit jantung dan stroke," kata pemimpin peneliti dalam studi itu, Dr. Cheryl Bushnell, ahli syaraf di Wake Forest Baptist Medical Center.

"Tampaknya juga ada hubungan antara sakit kepala sebelah dan preeclampsia, salah satu komplikasi kehamilan yang paling umum dan paling berbahaya," kata Bushnell.

Bushnell dan rekannya menganalisis data dari 33.956 perempuan hamil yang didiagnosis menderita migren.

Menurut studi tersebut, sakit kepala sebelah muncul pada sebanyak 26 persen perempuan yang sedang hamil. Perempuan yang berusia 35 tahun ke atas lebih mungkin untuk menderita migren selama kehamilan.

Perempuan yang berusia 40 tahun ke atas 2,4 kali lebih mungkin untuk terserang migren dibandingkan dengan perempuan yang berusia di bawah 20 tahun, dan perempuan kulit putih lebih mungkin untuk terserang sakit kepala sebelah dibandingkan dengan perempuan dari ras atau suku apa pun.

"Migren, terutama yang berkaitan dengan aura atau perubahan visual selama sakit kepala, sebelumnya telah dikaitkan dengan stroke dan serangan jantung pada perempuan," kata Bushnell. "Studi ini lebih mengabsahkan hubungan antara keduanya."

"Tak peduli apa pun penyebabnya," tambah Bushnell, "migren aktif selama kehamilan mesti dipandang sebagai tanda potensi sakit jantung."

Minggu, 08 Maret 2009

Demam Berdarah Dengue


Penyakit demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini dapat menyerang semua orang dan dapat mengakibatkan kematian terutama pada anak, serta sering menimbulkan kejadian luar biasa atau wabah. Di Indonesia sejak dilaporkannya kasus DBD pada tahun 1968 terjadi kecenderungan peningkatan insidens.

Keadaan ini terutama disebabkan karena 4 jenis virus dengue telah ada di Indonesia dan nyamuk penularnya tersebar luas. Namun angka kematian menurun tajam sejak tahun 1968 sampai sekarang.

Penyakit ini ditularkan orang yang dalam darahnya terdapat virus dengue. Orang ini bisa menunjukkan gejala sakit, tetapi bisa juga tidak sakit, yaitu jika mempunyai kekebalan yang cukup terhadap virus dengue. Jika orang digigit nyamuk aedes aegypti maka virus akan masuk bersama darah yang dihisapnya. Didalam tubuh nyamuk itu, virus dengue akan berkembang dan menyebar ke seluruh bagian nyamuk. Sebagian besar virus tersebut berada pada kelenjar liur yang terdapat pada alat tusuk nyamuk. Sehingga waktu nyamuk tersebut menggigit orang lain, maka bersamaan dengan air liur nyamuk masuk kedalam darah, virus dengue dipindahkan kepada orang lain.

Gejala Klinis

Gejala utama dari demam berdarah dengue adalah demam yang mendadak tinggi (>39oC), terus menerus selama 2-7 hari, kemudian turun dengan cepat dan biasanya diikuti dengan;

* Nyeri kepala
* Menggigil
* Lemas
* Nyeri di belakang mata
* Nyeri otot dan tulang
* Ruam kulit (kulit kemerahan)
* Anoreksia
* Mual muntah


Selanjutnya akan diikuti oleh tanda perdarahan seperti;

* Gusi berdarah
* Mimisan
* Timbul bintik-bintik merah pada kulit (petekie)
* Muntah darah
* Buang air besar berwarna hitam

Pada fase demam biasanya diikuti oleh fase kritis selama 2-3 hari. Pada fase kritis ini suhu tubuh menurun, bagian tubuh seperti tangan dan kaki dingin dan biasanya merasa seperti sudah sembuh. Padahal pada fase ini kita harus waspada, sebab bisa terjadi sindrom syok dengue yang dapat mengancam jiwa.

Laboratorium

Pada awal fase demam akan dijumpai jumlah leukosit normal, kemudian jumlah leukosit akan menurun selama fase demam. Jumlah trombosit pada awal demam pada umumnya normal, penurunan jumlah trombosit (< 100.000/mm3) biasanya ditemukan antara hari ketiga sampai ketujuh. Pemeriksaan trombosit perlu diulang sampai terbukti bahwa jumlah trombosit dalam batas normal atau menurun. Peningkatan kadar hematokrit (Ht) selalu dijumpai pada DBD, karena hal ini merupakan indikator terjadinya kebocoran plasma. Untuk pemeriksaan radiologis (foto rontgen dada) hanya untuk melihat adanya kebocoran cairan ke dalam rongga dada.

Tata Laksana

Pada dasarnya pengobatan DBD bersifat suportif, yaitu mengatasi kehilangan cairan sebagai akibat dari kebocoran plasma dan perdarahan. Obat-obatan yang diberikan bersifat simtomatik (mengobati gejala) bila demam diberikan antipiretik (penurun demam), mual diberikan antiemetik dst. Rasa haus dan keadaan kekurangan cairan dapat timbul sebagai akibat demam tinggi, anoreksia dan muntah. Jenis minuman yang dianjurkan adalah jus buah, teh manis, sirup, susu, serta larutan oralit. Apabila cairan oral tidak dapat diberikan maka sebaiknya pasien dirawat untuk diberikan cairan infus. Pasien diharapkan tirah baring selama masih demam maupun fase syok dan selalu di monitor kadar trombosit serta kadar hematokrit sampai normal kembali.



Pencegahan

Pemberantasan DBD seperti juga penyakit menular lain, didasarkan atas pemutusan rantai penularan. Dalam hal DBD, komponen penularan terdiri dari virus, aedes aegypti dan manusia. Karena sampai saat ini belum terdapat vaksin yang efektif terhadap virus itu, maka pemberantasan ditujukan pada menusia dan terutama pada vektornya dengan melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk DBD (PSN-DBD). Tempat berkembang biak nyamuk aedes aegypti adalah penampungan air bersih yang tidak langsung berhubungan dengan tanah seperti : bak mandi/wc, minuman burung, air tandon, air tempayan/gentong, kaleng, ban bekas, talang air, dll.

Awas, Penyakit Maag Bisa Menular!

Kebiasaan menyuapi makanan melalui tangan ternyata dapat menularkan penyakit maag. Pasalnya ketika meniupi makanan, kuman Helicobacter Pylori penyebab maag bakal loncat dan pindah ke makanan yang akan dikonsumsi si kecil.

"Ketika makanan yang akan disuapkan ditiup-tiup, kemungkinan kuman akan berpindah ke makanan tersebut dan masuk ke tubuh si anak," kata dr. Handrawan Nadesul di Jakarta, Kamis (29/1).

Handrawan mengatakan, sangat mungkin penularan itu terjadi karena mulut merupakan tempat bakteri berada. Seseorang yang telah yakin penyakit maagnya sudah sembuh belum tentu dalam tubuhnya tidak lagi terkandung kuman. Karena itu, pengobatan maag harus tuntas.

Jika si anak sudah mengidap kuman maag, kemungkinan terkena penyakit maag lebih mudah. Sebab, sistem kekebalan dalam lambung akan makin lemah apalagi pola makan juga tidak dijaga."Konsultasi dengan dokter harus dilakukan untuk mengecek keberadaan kuman agar maag tidak terjangkit lagi," ungkapnya.

Upaya preventif menghindari maag, lanjut Handrawan, hanya dilakukan dengan pola makan yang tertib dan gizi yang seimbang. Pola makan pagi seperti pangeran, siang seperti raja (red : makan beragam menu plus buah-buahan) dan malam seperti orang susah (makan seadanya) harus diterapkan. Sebab, hal ini untuk mengoptimalkan penggunaan gizi sehingga tidak tertimbun dalam tubuh.

Perlu diingat, pengobatan yang terlalu lama juga dapat menimbulkan efek yang berat. Selain kuman menjadi kebal atau resisten terhadap obat, efek obat juga akan mengganggu fungsi ginjal. "Pengobatan harus dilakukan sampai tuntas dibarengi pola makan tertur. Ini untuk menghindari pengobatan yang berlarut - larut dan menimbulkan efek di luar lambung sendiri," jelasnya.

Stomatitis Aphtous Reccurent/SAR (Sariawan)


Definisi

Stomatitis Aphtous Reccurent atau yang di kalangan awam disebut sariawan adalah luka yang terbatas pada jaringan lunak rongga mulut. Istilah recurrent digunakan karena memang lesi ini biasanya hilang timbul. Luka ini bukan infeksi, dan biasanya timbul soliter atau di beberapa bagian di rongga mulut seperti pipi, di sekitar bibir, lidah, atau mungkin juga terjadi di tenggorokan dan langit-langit mulut.

Penyebab

Hingga kini, penyebab dari sariawan ini belum dipastikan, tetapi ada faktor-faktor yang diduga kuat menjadi pemicu atau pencetusnya. Beberapa diantaranya adalah:

* Trauma pada jaringan lunak mulut (selain gigi), misal tergigit, atau ada gigi yang posisinya di luar lengkung rahang yang normal sehingga menyebabkan jaringan lunak selalu tergesek/tergigit pada saat makan/mengunyah
* Kekurangan nutrisi, terutama vitamin B12, asam folat dan zat besi.
* Stress
* Gangguan hormonal, seperti pada saat wanita akan memasuki masa menstruasi di mana terjadi perubahan hormonal sehingga lebih rentan terhadap iritasi
* Gangguan autoimun / kekebalan tubuh, pada beberapa kasus penderita memiliki respon imun yang abnormal terhadap jaringan mukosanya sendiri.
* Penggunaan gigi tiruan yang tidak pas atau ada bagian dari gigi tiruan yang mengiritasi jaringan lunak
* Pada beberapa orang, sariawan dapat disebabkan karena hipersensitivitas terhadap rangsangan antigenik tertentu terutama makanan.

Ada juga teori yang menyebutkan bahwa penyebab utama dari SAR adalah keturunan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang orang tuanya menderita SAR lebih rentan untuk mengalami SAR juga.

Gejala

Awalnya timbul rasa sedikit gatal atau seperti terbakar pada 1-2 hari di daerah yang akan menjadi sariawan. Rasa ini timbul sebelum luka dapat terlihat di rongga mulut.

Sariawan dimulai dengan adanya luka seperti melepuh di jaringan mulut yang terkena berbentuk bulat atau oval. Setelah beberapa hari, luka seperti melepuh tersebut pecah dan menjadi berwarna putih di tengahnya, dibatasi dengan daerah kemerahan.

Bila berkontak dengan makanan dengan rasa yang tajam seperti pedas atau asam, daerah ini akan terasa sakit dan perih, dan aliran saliva (air liur) menjadi meningkat.

Berdasarkan ciri khasnya secara klinis, SAR dapat digolongkan menjadi ulser minor, ulser mayor, dan ulser hepetiform.

Ulser minor adalah yang paling sering dijumpai, dan biasanya berdiameter kurang dari 1 cm dan sembuh tanpa menimbulkan jaringan parut. Bentuknya bulat, berbatas jelas, dan biasanya dikelilingi oleh daerah yang sedikit kemerahan. Lesi biasanya hilang setelah 7-10 hari.

Ulser herpetiform adalah yang paling jarang terjadi dan biasanya merupakan lesi berkelompok dan terdiri dari ulser berukuran kecil dengan jumlah banyak.

Pemeriksaan

Selain pemeriksaan visual, pemeriksaan laboratoris diindikasikan bagi pasien yang menderita SAR di atasi usia 25 tahun dengan tipe mayor yang selalu hilang timbul, atau bila sariawan tidak kunjung sembuh, atau bila ada gejala dan keluhan lain yang berkaitan dengan faktor pemicu.

Diagnosis banding

Lesi SAR bisa sangat mirip dengan manifestasi penyakit lain dan sulit dibedakan dengan beberapa penyakit tertentu. Untuk membedakannya, ada beberapa hal yang perlu diketahui di antaranya:

* Jumlah, bentuk, dan ukuran lesi, serta seberapa sering lesi hilang timbul (rekuren)
* Usia penderita saat pertama kali timbul sariawan
* Perubahan mukosa atau jaringan kutan
* Ada/tidaknya keterlibatan sistem organ atau adanya gejala lain
* Obat-obatan yang sedang dikonsumsi
* Faktor-faktor pada host/penderita, misalnya:

* Genetik
* Defisiensi nutrisi
* Masalah pada sistem imun
* Stress, masalah psikologis atau fisik

* Apakah pasien menderita HIV/AIDS

* Penyakit AIDS biasanya bermanifestasi secara klinis di rongga mulut. Biasanya timbul ulserasi bisa berupa SAR dalam jenis minor, mayor atau herpetiform. Selain itu juga dapat terjadi candidiasis yaitu infeksi jamur Candida.

Patogenesis

Ada beberapa teori yang menyebutkan kaitan SAR dengan mikroba di dalam mulut seperti streptococcus, Heliobacter pilori dan herpes virus, namun hingga kini teori tersebut belum disepakati secara universal.

Faktor utama yang dikaitkan dengan SAR adalah faktor genetik, defisiensi hematologi, kelainan imunologis, dan faktor lokal seperti trauma pada mulut dan kebiasaan merokok. Selama 30 tahun terakhir penelitian yang dilakukan menyiratkan adanya hubungan antara SAR dan limfotoksisitas, antibody-dependent cell-mediated cytotoxicity, defek pada sel limfosit, dan perubahan dalam rasio limfosit CD4 terhadap CD8.

Riset yang baru-baru ini dilakukan banyak berpusat pada jaringan sitokin mukosa. Salah satu penelitian mengungkapkan bahwa adanya respon imun yang diperantarai sel secara berlebihan pada pasien SAR, sehingga menyebabkan ulserasi lokal pada mukosa.

Selain itu, faktor yang paling banyak didokumentasikan dalam penelitian adalah faktor herediter. Dalam satu penelitian yang melibatkan 1303 anak dari 530 keluarga, didapati adanya kerentanan yang lebih meningkat terhadap SAR pada anak-anak yang orang tuanya adalah penderita SAR. Pasien yang memiliki orang tua penderita SAR beresiko hingga 90 % untuk terkena SAR juga, sedangkan pasien yang orang tuanya tidak pernah terkena SAR hanya beresiko 20 %. Lebih jauh lagi, human leukocyte antigen (HLA) yang spesifik secara genetik ternyata teridentifikasi pada pasien SAR, terutama pada kelompok etnis tertentu. Ada juga penelitian yang mengkaitkan SAR minor dengan faktor genetik yang berkaitan dengan fungsi imun terutama gen yang mengendalikan pelepasan Interleukin (IL)-1B dan IL-6.

Defisiensi hematologi terutama serum besi, folat, atau vitamin B12­­ juga banyak dikaitkan sebagai faktor etiologis dari pasien SAR. Salah satu penelitian melaporkan keadaan klinis yang membaik hingga 75 % pada pasien SAR saat defisiensi hematologis yang dideritanya terdeteksi dan dilakukan terapi.

Faktor lainnya yang dikaitkan dengan SAR diantaranya adalah kecemasan dan stress psikologis yang sering terjadi. Perubahan hormon seperti menstruasi, trauma pada jaringan mukosa seperti sering tergigit secara tidak sengaja, dan alergi makanan juga dilaporkan sebagai faktor resiko terjadinya SAR.

Perawatan

SAR sebetulnya dapat sembuh sendiri, karena sifat dari kondisi ini adalah ­self-limiting.

Obat-obatan untuk mengatasi SAR diberikan sesuai dengan tingkat keparahan lesi.

Untuk kasus ringan, jenisnya bisa berupa obat salep yang berfungsi sebagai topical coating agent yang melindungi lesi dari gesekan dalam rongga mulut saat berfungsi dan melindungi agar tidak berkontak langsung dengan makanan yang asam atau pedas. Selain itu ada juga salep yang berisi anestesi topikal untuk mengurangi rasa perih. Obat topikal adalah obat yang diberikan langsung pada daerah yang terkena (bersifat lokal).

Pada kasus yang sedang hingga berat, dapat diberikan salep yang mengandung topikal steroid. Dan pada penderita yang tidak berespon terhadap obat-obatan topikal dapat diberikan obat-obatan sistemik.

Penggunaan obat kumur chlorhexidine dapat membantu mempercepat penyembuhan SAR. Namun penggunaan obat ini secara jangka panjang dapat menyebabkan perubahan warna gigi menjadi kecoklatan.

Obat-obatan tersebut didapat dengan resep dokter. Meskipun penyakit ini terbilang ringan, ada baiknya bila ditangani oleh dokter gigi spesialis penyakit mulut (drg. Sp.PM)

Pencegahan

1. Hindari stress yang berlebihan, dan tingkatkan kualitas tidur minimal 8 jam sehari. Tidur yang berkualitas bukan hanya dilihat dari lamanya waktu tidur. Tidur dalam kondisi banyak beban pikiran atau stress dapat menurunkan kualitas tidur.

2. Perbaiki pola makan. Pola makan dan diet yang sehat tidak hanya akan mencegah sariawan namun juga meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Perbanyak sayuran hijau dan buah yang kaya akan asam folat, vitamin B-12 dan zat besi. Bila sedang menderita SAR, hindari makanan yang pedas dan asam.

3. Jaga kebersihan dan kesehatan gigi dan mulut.

Handphone salah satu penyebab kerusakan telinga

Apakah terlalu sering menggunakan handphone dapat merusak / mengurangi fungsi syaraf pendengaran? Saya mengalami penurunan pendengaran di telinga kiri saya. Saya cukup banyak menggunakan handphone dan selalu di sebelah kiri. Setelah kira-kira 6 bulan terakhir saya kurang jelas bila mendengar melalui telinga kiri, maka terpaksa saya harus pakai telinga kanan. Terima kasih atas perhatian dan bantuannya.( perempuan, 45 thn,150 cm,62 Kg)


Memang ada penelitian yang dilakukan di India yang menunjukkan bahwa penggunaan telepon genggam dalam jangka lama, terutama bila digunakan pada satu telinga saja, dapat menyebabkan kerusakan pada telinga bagian dalam. Hasil penelitian tersebut menyebutkan bahwa berkomunikasi lewat telepon selama lebih dari satu jam tiap harinya, dapat menyebabkan penurunan pendengaran pada frekuensi tinggi, terutama kemampuan untuk mendengar huruf-huruf konsonan seperti s, f, t, dan z. Menurut dokter yang melakuan penelitian tersebut, hal ini dapat disebabkan oleh emisi magnetik yang dikeluarkan oleh telepon genggam atau suara yang terlalu keras dari telepon genggam tersebut. Namun, untuk memastikannya, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut, khususnya berkaitan dengan masalah emisi magnetik sebagai penyebab kerusakan telinga dalam.

Suatu hal yang sudah pasti adalah bahwa paparan suara keras dalam jangka waktu yang lama memang dapat menyebabkan kerusakan sel-sel telinga bagian dalam, sehingga berakibat timbulnya keluhan telinga berdenging dan/atau penurunan pendengaran. Suara yang terlalu kerasn tersebut akan menyebabkan proses metabolisme sel yang berlebihan, kerusakan sel, dan kematian sel.

Jika memang Ibu sering berkomunikasi dengan telepon genggam dengan suara yang keras serta durasi yang lama, kemungkinan besar itulah penyebab penurunan pendengaran pada telinga kiri Ibu. Tentunya hal ini dapat disebabkan oleh hal lain, seperti mendengarkan musik melalui earphone atau paparan suara keras pada pekerjaan tertentu untuk jangka waktu lama.

Karena itu, untuk mencegah kerusakan sel-sel tersebut lebih lanjut, Ibu sebaiknya telepon genggam berganti-gantian pada telinga kiri dan kanan, kurangi suara telepon, kurangi lama menelepon (menggunakan telepon hanya bila memang diperlukan), dan mengurangi frekuensi atau lama penggunaan alat-alat penghasil suara yang lain (seperti MP3 player).

Kemungkinan diagnosis lain penurunan pendengaran pada satu telinga adalah tumor jinak pada saraf kranial yang berjalan dari otak ke telinga bagian yang mengontrol keseimbangan dan pendengaran (acoustic neuroma). Namun, gejala utamanya biasanya berupa telinga yang berdenging. Penurunan pendengaran pada satu telinga pun dapat juga disebabkan oleh adanya serumen pada liang telinga, serta trauma atau peradangan pada telinga bagian tengah. Peradangan pada telinga tengah disertai oleh rasa nyeri pada telinga, keluarnya cairan dari telinga, dll, dan dapat bersifat akut maupun kronik (lama berulang).

Saya menyarankan agar Ibu berkonsultasi pada dokter spesialis Telinga Hidung & Tengggorokan (THT), agar dapat dilakukan pemeriksaan sederhana untuk memastikan adanya serta kemungkinan penyebab penurunan pendengaran dengan menggunakan otoskop (alat untuk melihat bagian tengah telinga), garpu tala, atau alat yang disebut audiometri. Kerusakan pada sel-sel telinga bagian dalam karena paparan terhadap suara keras tidak dapat diperbaiki, namun dapat dicegah terjadinya kerusakan lebih lanjut dengan cara-cara yang sudah disebutkan di atas. Jika penurunan pendengaran sudah mencapai tahap tertentu, dapat dibantu dengan menggunakan alat bantu dengar.

Manfaat Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur

Pagi-Pagi lihat cewek cantik minum air putih jadi pingin nulis sesuatu tentang air putih nih, hehe. Baca koran kompas kok ada tips minum air putih setelah bangun tidur. Sebenarnya saya juga sudah satu 3 bulan ini selalu minum air putih setelah bangun tidur. Bener-bener deh efeknya sangat terasa, ini bukan Copas loh, tulisan ini berdasarkan pengalaman pribadi saya.

Kira-kira 3 bulan yang lalu, saya memang baca sebuah artikel mengenai efek kesahatan minum air putih sahabis bangun tidur. "terapi air" begitu kira-kira menyebut kebiasaan ini. Di Jepang juga sedang tren minum air putih dingin saat perut kosong untuk mencegah berbagai penyakit. Dipercaya, air putih dapat menyembuhkan berbagai penyakit, seperti sakit kepala, sakit badan, arthritis, asma, dan detak jantung cepat. Berdasarkan itulah saya coba membiasakannya.


Menurut saran pembuat artikel, kita minum 3 liter, busyet dah, banyak banget, pertama kali nyoba gak kuat minum sebanyak itu. Tapi karena kecerdasan yang luar biasa ( so cerdas mode on) akhirnya saya cicil aja minumnya. Pertama minum 4 gelas dulu, terus jeda 15 menit minum 3 gelas, jeda 15 menit lagi minum 3 gelas... terus sampai habis deh 3 liter.


Setelah itu disarankan tidak memakan apapun selama satu jam. Wah.. kembung perutku, dan efeknya nya, dalam satu jam itu bolak balik ke kamar mandi... istilahnya ganti oli pagi-pagi... hehehe

Setelah berjalan selama 2 hari, efek kesehatan yang pertama aku rasakan... wah senangnya. Emang efek apaan tuh? Aku berhasil (maaf nih) buang air besar dengan "Limbah" terbanyak, dan warnanya iiihhh... !! dan setelah aku browsing, kutemukan bahwa memang itu indikasi toxin dalam tubuh kita dikeluarkan.


Efek kedua yang aku rasakan setelah 3 hari. Ada temen yang bilang "Eh, kamu kok tambah putihan gitu ya, Tambah cerah aja wajahmu, cie, pake bedak ya?? (ledek temanku)" aku sih hanya menjawab, "ya emang aku dari dulu ganteng..." Setelah aku pikir-pikir mungkin ini efek dari Terapi air yang baru aku jalanin. Mungkin secara teori alamiahnya... uhuk uhuk... Karena toxin dalam tubuh terbuang, maka otomatis akan mencerahkan warna kulit. Hmmm, saya jadi tambah semangat... ayo terus biasakan terapi air !!


Kalau bagi anda yang belum mencoba, saya sarankan mulai sekarang lakukan, demi kesahatan anda sendiri loh. Perjuangan hanya diawal-awal minum aja, setelah biasa maka enteng kok ngejalaninya...


Jika memang ingin mencoba, ini ada tips dari saya:

1. Sebelum tidur sikat gigi dulu

2. Siapkan kira-kira 3 liter air, atau anda siapkan gelas besar deket Galon air minum anda.

3. Minum yang baik adalah pada jam 4 atau 5 pagi. karena pada jam-jam segitu perut sedang kosong dan memang jam terbaik untuk buang air besar.

4. Kalau gak kuat, minum secara bertahap.

5. Setelah minum air putih, jangan makan apapun selama satu jam.

6. Sambil menunggu makan pagi bisa olahraga ringan.

7. Tetaplah konsisten.

Jika memang anda ingi lebih serius, anda bisa coba browsing di Paman Google mengenai terapi air ini. Selamat mencoba...

Minggu, 15 Februari 2009

Manfaat buah buahan

Beberapa buah-buahan ternyata mengandung zat-zat yang dapat menggantikan nutrisi dari makanan seperti daging. Berikut beberapa diantaranya:

APEL
Kombinasi kandungan garam mineral & pektin dalam apel, serta kandungan asam oksalik pada bayam membentuk substansi unik yang memenuhi dinding-dinding usus & melalui gerakan kimia yang kuat tapi aman “melepaskan” kotoran yang ada di usus besar yang telah mengendap berhari-hari, berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Kandungan zat pektin dalam apel juga mampu menurunkan kadar kolesterol & triglycerides yang mengganggu fungsi jantung.

ALPUKAT
Kandungan kalori, lemak & minyak yang tinggi di dalamnya tidak saja menjadi sumber energi yang melimpah yang dibutuhkan pada saat puasa, tapi juga mengurangi kadar kolesterol & menjaga kelenturan otot-otot sendi.

PISANG
Daging buah pisang yang lembut melapisi dinding-dinding lambung & usus sehingga dapat menjadi lapisan anti radang. Pisang sangat membantu bagi mereka yang mengalami masalah peradangan lambung atau usus. Karena daging buah pisang sangat lembut, dianjurkan untuk tidak dijadikan jus.

BLEWAH
Kandungan beta-karoten, pro-vitamin A, magnesium, mangan, seng & krom pada blewah dapat mengurangi peradangan dan memulihkan luka peradangan jaringan usus. Gula alami & enzim yang dikandung blewah mempunyai fungsi absorpsi atau penyerapan pada usus akibat makan tergesa-gesa sehingga makanan tak terkunyah dengan baik, terlalu banyak makan makanan yang berbumbu, endapan obat-obatan, atau rasa mual karena rasa kuatir yang berlebihan.

JERUK
Sari buah jeruk yang banyak mengandung vitamin C sangat baik karena selain menstimulasi sistem kekebalan tubuh, juga menghilangkan sumbatan lendir di tenggorokan, rongga hidung, paru-paru & perut. Berguna pula untuk membersihkan liver & menghilangkan rasa sakit di tubuh akibat influenza. Campuran sari jeruk nipis & madu sangat berkhasiat menyembuhkan radang tenggorokan & amandel. Bagi mereka yang memiliki gangguan lambung, tentu pilih buah jeruk yang tidak terlalu asam.

KURMA
Kandungan gula kurma yang tinggi membuat kurma menjadi buah yang menghasilkan energi tinggi. Kandungan gula kurma sangat membantu menyembuhkan luka. Hati-hati bagi mereka yang memiliki penyakit diabetes, jangan terlalu banyak mengkonsumsi buah ini.

PEPAYA DAN MANGGA
Jus campuran pepaya & mangga memiliki kandungan karbohidrat dan enzim yang tinggi. Jus segar ini bermanfaat dalam menanggulangi pembengkakan dan peradangan, gangguan pencernaan & demam. Jus mangga sendiri dapat mengurangi dehidrasi & memperlancar sirkulasi darah. Sedangkan pepaya melancarkan buang air besar & mengatasi sembelit.

PEAR
Mengkonsumsi buah Pear membantu mengatasi rasa tidak enak di perut akibat kadar asam yang berlebihan yang berasal dari makanan berkalori tinggi, berminyak & pedas. Jus pear juga dapat dicampur dengan apel dan sedikit jeruk nipis.

NANAS
Enzim bromealin dalam nanas melarutkan lendir yang sangat kental dalam sistem pencernaan sehingga juga dapat menghancurkan bisul bila ada. Masakan yang dibuat dengan 250 gram nanas yang diiris-iris, 60 gram cincangan daging ayam & lada secukupnya yang kemudian digoreng dapat mengatasi penyakit darah rendah dengan gejala lemasnya kaki & tangan.

DELIMA
Di Irak & Iran, jus delima yang dibuat kumur terlebih dahulu sebelum diminum membantu membersihkan mulut & gigi, serta mencegah infeksi sehingga membantu menghilangkan bau mulut yang tidak sedap. Memakan dengan perlahan-lahan buah delima & mengeluarkan bijinya dapat menjernihkan suara yang serak & menghindari kekeringan tenggorokan. Manfaat lainnya, kandungan zat tanin dalam buah delima dapat membius cacing gelang, cacing kremi & cacing pita dalam usus sehingga mereka dapat dikeluarkan melalui air besar. Cara ini sudah biasa digunakan oleh penduduk Mesir dan Vietnam.

TOMAT
Jus tomat segar sangat membantu pembentukan glycogen dalam liver. Menurut penelitian ditemukan bahwa jus tomat menyeimbangkan fungsi liver dengan cepat & dengan demikian berarti menjaga stamina tubuh & menyehatkan badan. Garam mineral yang kaya dalam tomat meningkatkan nafsu makan & merangsang aliran air liur sehingga memungkinkan makanan dicerna dengan baik. Konsumsi tomat yang teratur membantu mengobati penyakit anoreksia (kehilangan nafsu makan).

SEMANGKA
Terlalu banyak mengkonsumsi daging-dagingan, manis-manisan, goreng-gorengan, kopi & minuman ringan sering membuat darah terlalu banyak kandungan asamnya dan mengakibatkan bintik-bintik merah di kulit. Jus semangka akan merontokkan asam tersebut dan memperbaiki kandungan darah. Bagi penderita diabetes, mengkonsumsi secara teratur jus semangka dapat menjaga meningkatnya gula darah. Kelebihan kandungan asam urik dalam tubuh yang menyebabkan arthritis, encok dan keracunan urea dapat dihilangkan dengan meminum jus semangka secara teratur dua kali sehari.

KELENGKENG
Buah ini banyak mengandung sukrosa, glukosa, protein, lemak, asam tartaric, vitamin A & B. sebagai salah satu sumber energi, buah yang sangat manis ini berguna untuk meningkatkan stamina sehabis sakit. Kelengkeng sangat baik untuk memenuhi kebutuhan energi bagi wanita hamil yang lemah atau setelah melahirkan. Memakan buah ini secukupnya secara teratur dapat menambah nafsu makan, mencegah anemia dan pemutihan rambut dini. Selain itu akan mempercepat kesembuhan luka luar. Awas, konsumsi secukupnya saja, kalau kelebihan, akan membuat tubuh menjadi panas akibat kelebihan energi.

BELIMBING
Meminum atau memakan buah belimbing & menelannya secara perlahan dapat mencegah dan mengatasi infeksi mulut dan tenggorokan. Campuran belimbing & madu juga dapat membantu mencegah dan mengatasi kencing batu.

LECI:
Selain kandungan protein, lemak, vitamin C, fosfor, dan zat besi, buah leci mengandung sukrosa dan glukosa yang melimpah. Mengkonsumsi buah leci pada malam hari dapat menambah cadangan energi untuk keesokan harinya.

KELAPA:
Air kelapa mengandung sukrosa, fruktosa & glukosa, sedangkan dagingnya selain tiga hal di atas juga mengandung protein, lemak, vitamin & tentunya minyak kelapa. Meminum air kelapa muda & memakan dagingnya dapat mengurangi kegerahan, mulut kering, demam dengan kehausan serta diabetes. Selain itu, minum air kelapa muda dipercaya membuang racun dalam darah. Perhatian, terlalu banyak minum air kelapa muda menyebabkan sedikit rasa lemas sementara. Bagi yang memiliki gangguan tulang jangan mengkonsumsi banyak air kelapa.

PISANG:
Buah pisang dengan mudah dapat dicerna, gula yang terdapat di buah tersebut diubah menjadi sumber tenaga yang bagus secara cepat, dan itu bagus dalam pembentukan tubuh, untuk kerja otot, dan sangat bagus untuk menghilangkan rasa lelah.

Pisang juga disarankan untuk dikonsumsi para wanita hamil karena mengandung asam folat, yang mudah diserap janin melalui rahim. Namun, jangan terlalu berlebihan, sebab satu buah pisang mengandung sekitar 85-100 kalori.

Dua buah pisang yang dimakan oleh pasien anemia setiap hari sudah cukup, karena mengandung Fe (zat besi) tinggi.

Pisang yang dicampur susu cair (atau dimasukkan dalam segelas susu cair)dapat dihidangkan sebagai obat dalam kasus penyakit usus. Juga dapat direkomendasikan untuk pasien sakit perut dan cholik untuk menetralkan keasaman lambung.

Penderita penyakit lever bagus mengonsumsi pisang dua buah ditambah satu sendok madu, akan menambah nafsu makan dan membuat kuat.

Daun pisang dapat digunakan untuk pengobatan kulit yang terbakar dengan cara dioles, campuran abu daun pisang ditambah minyak kelapa mempunyai pengaruh mendinginkan kulit.

Pada masyarakat Gorontalo (Sulawesi Utara), jenis pisang goroho yakni pisang khas daerah setempat, merupakan makanan tambahan/pokok bagi orang yang menderita penyakit gula/diabetes melitus, terutama buah pisang goroho yang belum matang, kemudian dikukus dan dicampur kelapa parut muda.

Bubur pisang dicampur dengan sedikit susu dan madu, dioleskan pada wajah setiap hari secara teratur selama 30-40 menit. Basuh dengan air hangat kemudian bilas dengan air dingin atau es, diulang selama 15 hari, akan menghasilkan pengaruh yang menakjubkan pada kulit.

Pisang juga mempunyai peranan dalam penurunan berat badan seperti juga untuk menaikkan berat badan. Telah terbukti seseorang kehilangan berat badan dengan berdiet 4 (empat) buah pisang dan 4 (empat) gelas susu non fat atau susu cair per hari sedikitnya 3 hari dalam seminggu, jumlah kalori hanya 1250 dan menu tersebut cukup menyehatkan.

Selain itu, diet tersebut membuat kulit wajah tidak berminyak dan bersih. Pada sisi yang lain, mengonsumsi satu gelas banana milk-shake dicampur madu, buah-buahan, kacang, dan mangga sesudah makan, akan menaikkan berat badan.

Pisang mempunyai kandungan gizi sangat baik, antara lain menyediakan energi cukup tinggi dibandingkan dengan buah-buahan lain. Pisang kaya mineral seperti kalium, magnesium, fosfor, besi, dan kalsium. Pisang juga mengandung vitamin, yaitu C, B kompleks, B6, dan serotonin yang aktif sebagai neurotransmitter dalam kelancaran fungsi otak.

Buah-buahan merupakan sumber makanan alami yang paling siap untuk langsung dikonsumsi manusia, sayang kadang kala dilupakan. Dengan penjelasan di atas, semoga buah-buahan tidak lagi dilupakan sebagai makanan yang wajib dikonsumsi.


Selasa, 20 Januari 2009

Sadari Ancaman Glaukoma

SADARI ANCAMAN GLAUKOMA



Glaukoma merupakan penyakit yang disebabkan oleh sekumpulan kelainan pada mata yang merusak syaraf optik. Glaukoma merupakan penyebab kebutaan nomor dua di Indonesia. Berbeda dengan katarak yang bis diobati dengan cara dioperasi. glaukoma merupakan penyakit mata yang tidak bisa direhabilitasi.

Syaraf optik terdiridari sejuta syaraf yang membawa informasi visual dari mata ke otak. Glaukoma akan merusak urat-urat syaraf ini sehingga penglihatan lambat laun akan hilang.

Peningkatan tekana pada bola mata menjadi faktor resiko terpenting penyebab terjadinya glaukoma. Bila tekanan tersebut melampaui batas toleransi sel-sel syaraf optik maka sel-sel tersebut akan mati sehingga menyebabkan hilangnya sebagian atau keseluruhan penglihatan.

Glaukoma merupakan pencuri penglihatan karena berkembang tanpa ditandai dengan gejala yang nyata. Penderita glaukoma seringkali tidak menyadari penyakitnya sampai terjadi kerusakan penglihatan yang sudah lanjut.

Kerusakan yang disebabkan oleh glaukoma tidak dapat diperbaiki, maka deteksi, diagnosa dan perawatan harus dilakukan sedini mungkin

Faktor resiko glaukoma dalah orang yang berusia lebih dari 45 tahun, memiliki riwayat glaukoma dalam keluarga, tekanan bola mata, miopi (rabun jauh), diabetes, tekanan darah tinggi, migrain atau penyempitan pembuluh darah otak, kecelakaan pada mata sebelumnya, dan penggunaan steroid dalam jangka panjang.

meskipun tidak ada obat yang bisa menyembuhkan glaukoma, tetapi penyakit ini masih dapat di kendalikan. Glaukoma dapat dirawat dengan obat tetes mata, tablet, operasi laser atau operasi mata . Menurunkan tekanan pada mata dapat mencegah kerusakan penglihatan.

Obat tetes mata merupakan bentuk perawatan yang paling umum dan paling awal diberikan. Penggunaan obat ini harus sesuai dengan resep yang diberikan dokter. Operasi laser dan operasi filtrasi mata merupakan teknik lanjutan yang diberikan untuk mengurangi resiko kebutaan pada penderita Glaukoma.

Sabtu, 20 Desember 2008

Makan Sayur donk.......

MEMBUAT anak menyukai sayur dan buah adalah PR yang sulit bagi orangtua. Mi instan atau nugget ayam siap goreng menjadi makanan favorit anak-anak masa kini. Perlu trik jitu supaya mereka mau mengunyah sayur dan buah. Sepertinya mulut anak-anak mendadak terkunci bila dihadapkan pada sayuran atau buah-buahan. “Jangankan makan, melihat bentuknya saja mereka sudah ogah,” kata Rika. Ibu dua anak ini mengaku gemas karena makanan dengan sayuran yang ia sodorkan pasti ditolak anak-anaknya. Kalaupun mau, sayuran yang ada mesti disingkirkan dulu sehingga tinggal telur atau nugget.
“Kadang-kadang saya kasih mi instan daripada mereka nggak mau makan sama sekali,” tuturnya. Buah Lebih MudahOrangtua memang cenderung bersikap permisif terhadap buah hatinya. Salah satunya ya, soal makan sayur-mayur.
Orangtua mengambil jalan mudah, dengan menyajikan jenis makanan yang lebih disukai anak-anak. Yang penting, mereka mau makan! Sikap demikian tentu saja tidak menguntungkan, terutama bagi tumbuh kembang anak. Sebab, sayur dan buah menyumbang sejumlah vitamin dan mineral yang dibutuhkan anak-anak.
Memang banyak orangtua yang menyiasati kekurangan gizi itu dengan menjejali anak dengan sejumlah suplemen. Namun, pasti lebih baik jika anak-anak mendapatkan nutrisi yang alami. Selain vitamin dan mineral, kandungan serat yang ada pada buah dan sayur baik untuk kesehatan saluran cerna.
Kita lihat, anak-anak sering mengalami kesulitan buang air besar gara-gara kurang mengonsumsi makanan berserat. Kandungan air pada sayur dan buah juga cukup tinggi (80-90 persen), sehingga bisa membantu mengatasi kekurangan cairan dalam tubuh. Supaya anak mau makan sayur dan buah memang perlu trik tersendiri. Dibandingkan dengan sayur, anak relatif lebih mudah disuruh makan buah. “Sayur relatif tidak mempunyai rasa. Selain itu, serat yang ada pada sayur lebih tinggi daripada buah sehingga anak menjadi malas mengunyah,” ujar DR. Dr. Saptawati Bardosono, MSc., ahli gizi dari Bagian Ilmu Gizi FKUI.
Anak-anak lalu lebih memilih nugget dan mi instan yang gurih dan enak di lidah. Menurut suatu studi, pilihan dan pola makan pada anak-anak tanpa disadari dibentuk oleh orangtuanya. Bila orangtua tidak suka sayur atau jarang menyimpan dan menghidangkan sayuran, umumnya anak-anaknya juga tidak gemar sayuran. Jadi, jangan heran jika anak mempunyai perilaku yang sama dengan orangtuanya.
Untuk itu, cara yang terbaik adalah orangtua memberi contoh sejak dini. Ajari Berulang Menawari apalagi memaksa anak untuk mengonsumsi beragam jenis sayur bukanlah langkah yang tepat. Semestinya sejak awal mereka selalu melihat Anda mengonsumsi sayur. Dengan demikian mereka akan terbiasa dan menirunya. Meski pada awalnya mereka menolak, Anda wajib menawarkan sayur dan buah secara berulang-ulang. Beri anak kesempatan untuk mencicipi beragam jenis sayur dan buah. Bukan tidak mungkin jika mereka kemudian akan menerima beberapa di antaranya. Walau itu berarti Anda harus mencoba memberi wortel sebanyak 10-15 kali, sebelum akhirnya mereka benar-benar mau menelannya.
Suatu penelitian menunjukkan bahwa anak yang biasa memilih makanan hanya mendapat ASI kurang dari 6 bulan. Sebaliknya, mereka yang diberi ASI lebih dari 6 bulan tidak menunjukkan perilaku serupa. Dengan kata lain, pemberian ASI eksklusif dapat mencegah anak menjadi pemilih makanan. Memang perlu siasat dan kreativitas orangtua dalam menyuguhkan hidangan berupa sayur dan buah.
DR. Tati mencontohkan, menggoreng sayur berbalut tepung seperti halnya bakwan, risol, lumpia, dan tempura bisa menjadi alternatif cara penyajian. Anak biasanya lebih menyukai sensasi garing pada makanan. Itu sebabnya, sayur yang dimasak terlalu matang akan segera disingkirkan anak-anak.
Cara lain yang juga bisa dilakukan adalah memotong halus atau memblender sayuran, lalu mencampurnya dengan telur dan sup. Dengan begitu anak tidak menyadari keberadaan sayur tersebut. Menambahkan dressing pada sayuran juga akan membuat anak lebih senang menyantap sayuran.
Siasat serupa juga bisa diterapkan dalam menyajikan buah. Membuat es buah, memblender buah sehingga lebih mudah diminum, atau mencampur dalam yoghurt dan susu, merupakan beberapa trik agar anak mau mengonsumsi buah. Mengonsumsi buah segar lebih baik karena kandungan seratnya masih tinggi. Ajak Anak Menyiapkan MakananOrangtua adalah contoh yang paling mudah ditiru oleh anak-anaknya, termasuk dalam hal perilaku makan. Itu sebabnya, orangtua yang tidak menyukai sayur maupun buah akan menurunkan ketidaksukaannya itu pada anak-anaknya. Ada beberapa anjuran dari Ottilie Droggitis, warga di Maryland, AS, yang juga ibu lima anak, dalam menyiasati pemberian sayur dan buah itu. Anjurannya termuat dalam situs Centers for Disease Control and Prevention, Departemen Kesehatan AS. Siapa tahu, Anda berhasil dengan menerapkan cara-cara Droggitis berikut:Menjadi panutan. Saat berbelanja, ambillah buah segar, buah kering, jus buah, dan sayur kaleng. Sebaliknya, singkirkan permen dan minuman bersoda dari daftar belanja. Ungkapkan pada anak, betapa sehatnya makanan tersebut.
Hal yang sama juga bisa diterapkan saat Anda makan di restoran atau di rumah. Ceritakan bagaimana enaknya sayuran itu. Penuhi kulkas dengan sayur dan buah. Coba lihat isi lemari makan dan kulkas Anda. Lebih banyak tersedia buah, sayur, atau malah biskuit dan minuman bersoda? Sudah saatnya Anda mengganti minuman bersoda, permen, serta biskuit, dengan jeruk, apel, belimbing, juga tomat dan wortel.
Semakin terlihat adanya sayur dan buah di rumah, anak akan lebih mudah menjadikannya sebagai makanan ringan. Di saat musim kemarau misalnya, perbanyak semangka yang sudah dipotong dan jeruk dalam kulkas. Menjadi koki. Libatkan anak saat Anda memasak atau menghias makanan yang akan disajikan. Mereka bisa diminta menambahkan kismis atau stroberi pada sereal maupun yoghurt.
Ajak anak membuat salad buah sebagai makanan selingan. Hal itu selain menyenangkan, juga bisa merangsang selera anak pada makanan tersebut. Beri pilihan pada anak. Saat di supermarket, ajak anak untuk mengenali berbagai bentuk, ukuran, serta warna buah dan sayur. Dengan begitu mereka dapat memilih buah dan sayur yang disukai. Jika mempunyai waktu luang, Anda dapat mengajak anak mengunjungi kebun sayur.
Ada Apa di Dalam Buah dan Sayur?Proses pertumbuhan pada anak-anak akan berjalan sempurna dengan kehadiran berbagai zat gizi yang terdapat pada sayuran dan buah-buahan, seperti: Zat BesiTerdapat pada kacang-kacangan, sayuran daun hijau, sereal, dan kuning telur. Zat ini penting untuk pembentukan sel darah merah.Kalsium Banyak ditemukan dalam susu dan produk olahannya.
Juga terdapat pada sayuran daun hijau, kacang-kacangan (terutama almond). Kalsium sangat dibutuhkan untuk pembentukan dan menjaga kesehatan tulang serta gigi. Potasium Mudah dijumpai pada alpukat, pisang, kentang, kacang-kacangan, dan buah sitrus. Potasium bekerja bersama sodium dalam mempertahankan keseimbangan cairan elektrolit dalam sel. Penting untuk mengantarkan rangsangan dari seluruh saraf.Vitamin A Terdapat pada sayuran daun hijau, wortel, labu, aprikot, dalam bentuk betakaroten. Vitamin ini penting untuk pertumbuhan dan perkembangan sel, daya penglihatan, dan fungsi kekebalan tubuh. Vitamin CTerdapat pada sayur dan buah terutama stroberi, keluarga sitrus, juga kentang. Vitamin C diperlukan untuk kesehatan gusi, tulang, tulang rawan, kulit, serta sebagai pengantar saraf. Vitamin K Bisa dijumpai pada sayuran hijau, terutama brokoli. Vitamin ini penting untuk pembentukan beberapa protein dan proses pembekuan darah.

Sabtu, 22 November 2008

Alergi Tak Bisa sembuh sendiri

Risiko terkena alergi lebih tinggi hingga 50 persen bila kedua orang tua mengidap Alergi , siapa yang tak mengenal kata itu.



Kata ini boleh dibilang akarab di telinga kita di kehidupan kita sehari-hari. Terlebih bagi kristin, ibu dari tiga orang anak yang berkerja di instansi pemerintah di Jkaarta Pusat. Saat pagi datang bersinpun menghampirinya. Belum jika pembantu menyapu di sekitarnya.



Mendadak sontak iapun berbangkis tak henti-henti ”Meler sih Nggak, ya, cuma bersin-bersin aja. Ribet kalau lagi gendong si kecil keluhnya.



Hal yang sama dialami oleh lina, 26 tahun, karyawati di perusahaan media di Jakarta. “Gue alergi debu dan juga punya asma. Makanya setiap minggu seprei kudu diganti, kalau nggak, bisa bengek gue,”ucapnya. Bagi kristin dan lina, alergi yang dialami mereka sejak usia belia bukanlah hal yang serius dan mengkhawatirkan . “ngapain ke DOKTER? Paling obatnya itu-itu saja.



Didiamin saja ntar juga hilang” begitu pengakuan keduanya.Kesadaran masyarakat indonesia terhadap alergi memang masih rendah. Tak jarang mereka menganggap alergi merupakan penyakit biasa yang bis sembuh sendiri tanpa di OBATI. Padahal, jika tidak diobati secara intensif dan tepay, alergi dapat menjadi ancaman bagi kehidupan seseorang mengingat orang menderita alergi lebih sensitif dan emosi mudah terpengaruh.



Hal itu diungkapkan oleh Dr Iris Rengganis, SpPD, KAIdalam Perbincangan yang bertema “ Jangan Abaikan Alergi “ di Hotel Le Meredien Jakarta, ahli dari divisi alergi dan imonologi klinik Departement ilmu penyakit dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/Rumah sakit Cipto mangkukusumo, Jakarta. Ini mengungkapkan penanganan yang tidak terpat pada alergi dapat menyebabkan timbulnya penyakit lain yang lebih berbahaya.



Alergi merupakan reaksi menyimpang dari tubuh yang berkaitan dengan peningkatan kadar imonoglobulin E, yang merupakan suatu mekanisme sistem imun. Zat yang menimbulkan reaksi alergi dinamakan alergen. Menurut dokter teladan Jakarta Selatan a988 ini, masuk ketubuh melalui berbagai saluran yang ada dalam tubuh. Misalnya saluran napas (inhanlan), saluran cerna (ingestan), suntikan (injektan), atau menempel pada kulit (kontaktan).



“Alergi muncul dipengaruhi oleh dua faktor yaitu genetik dan lingkungan sebagai faktor Eksternal tubuh” Gejala alergi yang kerab kita jumpai, yakni bersin-bersin dipagi hari, yang sering disebut rinitis, gatal-gatal di kulit (urtikaria); asma; mata bengkak; dan berair, serta gatal-gatal telinga bagian dalam.



Iris menyatakan alergi bukanlah penyakit menular melainkan penyakit turunan. Dari data yang ada menyebutkan persentase seseorang terkena alergi lebih tinggi hingga 50 persen bila kedua orang tuanya mengidap alergi sementara itu, bagi pasien yang salah satu orang tuanya mengidap alergi, peluangnya sekitar 30 persen. “Sementara yang bukan karena genetik mencapai 10-15 persen” ia menambahkan.



Menderita akibat alergi juga dialami oleh model dan presenter cantik Arzeti Bilbina Setyawn. Ibu tiga anak ini mengaku alergi terhadap makanan laut dan minuman berackohol. Dalam sebuah perjalanan untuk peragaan busana. Ke Eropa ia sempat dibikin repot oleh alergi yang dideritanya . “waktu dipesawat aku ditawari winw. Dengan cuek aku minum aja eh bangun-bangun badan bengkak-bengkak tutur perempuan yang biasa di sapa Zeti ini.



Namun pengalaman yang menyedihkan buat Zeti ketika ia harus menelan air liur karena alergi terhadap makanan laut. Beruntung ia memiliki jurus jitu sehingga masih bisa mencicipi kelezatan udang dan kepiting “aku selalu minum Incidal sebelum makan Seafood. Dan ternyata badanku baik-baik saja” ujarnya.



Dalam pengobatan untuk alaergi, Iris menyebutkan perlu penanganan yang tepat. Yang paling mudah dengan antishistamin, yang merupakan pengobatan farmakoterapi. Jika tidak kunjung sembuh, pengobatan yang lebih intensif sebaiknya dilakukan pasien dengan petunuk dokter “ada dua tes untuk melihat alergi tes tusuk kulit dengan 24 tusukan atau dengan tes darah yang bertujuan untuk melihat imunoglobulin E-nya ucapnya.



Namun, ia menambahkan untuk tes tusuk kulit tidak dapat dilakukan oleh pasien yang memiliki alergi tekanan. Maka tes dengan darah sangat dianjurkan memang lebih mahal, tapi paling aman ujar iris. Untuk pengobatan Farmakologi ia menganjurkan agar paien tidak mengkonsumsi obat steroid. Sebab obat yang mengandung steroid atau yang mengandung hormon memiliki efek samping yang berbahaya.



Salah satu cara ampuh agar anak-anak bisa terhindar dari alergi dengan membiasakan mereka hidup dilingkungan yang tidak terlalu steril. Sehingga daya tahan tubuh anak akan lebih kebal karena imun telah terbentuk lebih bagus, jadi jangan biarkan lingkungan menjadi lingkungan alergi sejak kecil.



Untuk mengurangi gejala alergi dibutuhkan tambahan suplemen yang dapat memperbaiki fungsi jalur pernafasan dengan mengkonsumsi calcium 1 dan cordiceps. Calcium di konsumsi 1 sashet 1X hari sekali dengan cara dibagi dua sesudah makan dan konsumsi cordiceps micellium 1x3 setiap hari dan ini dikonsumsi setelah makan penyembuhan dapat bertahap dikarenakan sistem pernafasan diperbaikisampai ke paru paru pasien ini sangat membantu sekali untuk lebih jelas bisa menhubungi eddy wibowo telp +628151403215 indosat atau 021 71469047

Jumat, 14 November 2008

Atasi Kanker, Stroke dan Penuaan Dini dengan Ganggang (Sp dengairullina)

PERNAH dengar ganggang cryptomonadales? Itu adalah ganggang hasil pengembangan dua jenis ganggang unggul. Ganggang ini mengandung banyak zat berharga yang bisa mengatasi, mencegah dan juga menyembuhkan banyak penyakit. Atau juga ganggang cokelat dari Pasifik Selatan? Ganggang ini pun bisa membabat dan mencegah sejumlah penyakit, baik yang mematikan maupun tidak.

Cryptomonadales adalah ganggang (algae) berbentuk elips yang merupakan produk baru hasil penelitian dan pengembangan dari dua jenis ganggang unggul, yakni chlorella dan spirulina. "Cryptomonadales tumbuh sangat cepat, bibit yang stabil, dengan membran sel yang tipis, dan mengandung Cryptomonadales Growth Factor (CGF) yang tinggi, vitamin, dan elemen-elemen langka lainnya," jelas dr Inayah Budiasti dari Hang Lekiu Medical Center, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Cryptomonadales ini memerlukan energi solar untuk proses fotosintesis. Artinya, ia hanya memerlukan udara, air, dan matahari. Perkembangan ganggang ini sangat cepat. Dalam waktu 24 jam, satu sel ganggang ini bisa berkembang menjadi empat sel. "Perkembangannya cepat sekali dibandingkan dengan buah atau sayuran yang butuh empat hingga enam bulan untuk panen. Dengan populasi penduduk di dunia yang terus bertambah, ini bakal membantu karena produksinya cepat," katanya

Regenerasi Sel

setelah melalui serangkaian penelitian yang diketuai Prof Ih-Jen Su, PhD, lulusan Harvard Medical School, USA, Dr Chun Chian Yu dari Departemen Bioteknologi Cheng Kung University, Taiwan, akhirnya ditemukan bahwa tablet, bubuk dan ekstrak cairan ganggang yang hidup di air tawar ini sangat cepat diserap oleh tubuh.

Salah satu khasiat ganggang ini adalah mengatasi penyakit degeneratif (penuaan dini), baik kronis maupun tidak. Penyakit ini bisa diminimalisir dengan cryptomonadales. Ganggang ini memiliki kandungan nutrisi lengkap untuk membantu meregenerasi sel-sel yang telah rusak.

Atasi Stroke dan Kanker

Selain meregenerasi sel-sel kulit yang telah rusak, cryptomonadales yang kaya akan protein, phycocianin, klorofil, RNA, DNA, multivitamin dan mineral ini pun punya banyak khasiat. Beberapa khasiat yang bisa disebut, antara lain, sebagai antivirus, antioksidan, antikanker, antiradang, penghambat infeksi entovirus, pengendali metabolisme lemak, homeostatis-glucosa, detoksifikasi, antiinflamasi, antikeropos tulang, immunoregulator dan deferensiasi sel kanker.

Stroke, yang sering disebut dengan the silent killer, pun bisa diatasi dengan ganggang ini. Seperti yang sudah diketahui, stroke adalah suatu kondisi pecahnya pembuluh darah di otak dengan kematian jaringan otak karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Usia merupakan faktor risiko stroke. Semakin tua, semakin tinggi kemungkinan orang terserang stroke.

Tapi itu tak lantas berarti bahwa stroke hanya menyerang orangtua. Kaum usia produktif juga terserang penyakit ini. Orang yang senang makan makanan berlemak dan mengonsumsi Narkoba mudah terserang penyakit mematikan ini. Dan ada banyak cara yang ditempuh untuk mengatasi atau menyembuhkan penyakit ini. Salah satunya adalah mengonsumsi ganggang. Ganggang ini bisa mempercepat penyembuhan gangguan kesehatan seperti stroke, liver, paru-paru, jantung, pankreas, lambung dan usus, ginjal, organ reproduksi dan prostate.

Sekarang sudah ada suplemen yang bisa dengan mudah dikonsumsi. Nutrilife Brown Seaweed. Suplemen ini berisi ekstrak kering ganggang laut cokelat yang berasal dari dasar laut Tonga, Pasifik Selatan. Kandungan yang terdapat di dalam Nutrilife Brown Seaweed adalah ficoidan (untuk mempercepat pemulihan fungsi motorik), iodine organic (meningkatkan metabolisme tubuh, mengoptimalkan fungsi tiroid dan menigkatkan pertumbuhan sistem saraf), alginate (mengurangi kadar lemak triglierida dan kolesterol dalam darah dan mengikat logam berat seperti lead, merkuri, aluminium), laminarin (hancurkan penggumpalan darah) dan mineral.

Sering Konsumsi Suplemen Kimia Bisa Sebabkan Batu Ginjal

TIDAK salah jika Anda mengonsumsi suplemen kimia atau juga makanan dan minuman yang mengandung Vitamin C dosis tinggi. Tidak salah karena makanan itu berguna untuk tubuh. Masalahnya, jika terlalu sering, Anda bisa terserang penyakit batu ginjal. Penyakit yang satu ini bisa membuat aktivitas dan kualitas hidup Anda menurun

Ginjal berfungsi sebagai filter untuk membersihkan darah/cairan lainnya agar bahan-bahan kimia yang terkandung dalam darah atau cairan tubuh tidak beredar ke seluruh tubuh. Kotoran yang tersaring akan dikeluarkan melalui ginjal bersama air seni. Namun, karena tak semua kotoran terbawa oleh urin, sisa kotoran itu akan mengendap. Jika endapan itu tidak dikeluarkan, endapan itu akan menetap di ginjal atau berpindah ke kandung kemih. Endapan tersebut bisa menghasilkan kristal. Kristal tersebut akan menghambat saluran kemih (kalkulus uriner), pendarahan, penyumbatan aliran kemih dan bahkan infeksi.

Terbentuknya batu bisa terjadi karena air kemih jenuh dengan garam-garam yang dapat membentuk batu atau karena air kemih kekurangan penghambat pembentukan batu yang normal. Sekitar 80 persen batu terdiri dari kalsium. Sisanya mengandung berbagai bahan, termasuk asam urat, sistin dan mineral struvit.

Faktor Penyebab

Faktor utama timbulnya penyakit batu ginjal adalah pola hidup yang tidak sehat. "Pada masa remaja kita terkadang memaksimalkan pertumbuhan, minuman untuk kesehatan tulang atau bahkan minuman bervitamin C tinggi agar bisa tetap fit. Padahal jika dilakukan terlalu sering akan mengakibatkan infeksi pada ginjal dan mengakibatkan batu," terang dr Maftahul Alam dari RS Mitra Keluarga, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Yang rentan terkena penyakit ini adalah remaja hingga orang dewasa (usia 20-45 tahun).

Selain makanan atau minuman suplemen, faktor penyebab yang lain adalah makanan yang bisa menyebabkan asam urat, sebut saja jeroan sapi, kambing, dan lain sebagainya. Makanan ini banyak mengandung enzim yang bisa menimbulkan endapan pada ginjal. Faktor lain adalah diet ketat. Pada umumnya orang menjalankan diet ketat supaya langsing. Masalahnya, diet ketat seperti itu bisa menimbulkan kristal pada ginjal. Kurang minum dan menahan kencing juga bisa menjadi pemicu batu ginjal

Gejala

Gejala batu ginjal, antara lain pinggang terasa nyeri dan pegal-pegal. Kadang-kadang penyakit ini tidak menimbulkan keluhan. Rasa sakit akan timbul bila batu merusak jaringan atau terbawa ke saluran kemih hingga menyumbatnya. Batu pada ginjal, terutama yang kecil, bisa tidak menimbulkan gejala. Rasa sakit yang ditimbulkan oleh batu ginjal terasa berbeda tergantung letak batu tersebut. Jika batu masih menyumbat ureter, pelvis renalis, maupun tubulus renalis bisa menyebabkan nyeri punggung atau kolik renalis (nyeri kolik yang hebat). Namun, gejala pada umumnya adalah mual dan muntah, perut menggelembung, demam, menggigil, dan darah di dalam air kemih. Penderita mungkin menjadi sering berkemih, terutama ketika batu melewati ureter.

Menurut dr Alam, kolik renalis ditandai dengan nyeri hebat yang hilang-timbul di daerah antara tulang rusuk dan tulang pinggang yang menjalar ke perut, daerah kemaluan, dan paha sebelah dalam. Batu bisa menyebabkan infeksi saluran kemih. Jika batu menyumbat aliran kemih, bakteri akan terperangkap di dalam air kemih sehingga terjadi enfeksi. Batu struvit (campuran dari magnesium, amonium dan fosfat) juga disebut "batu infeksi" karena batu ini hanya terbentuk di dalam air kemih yang terinfeksi.

Batu yang masih kecil dan hanya berada di saluran kemih biasanya tidak terlalu berbahaya. Akan berbahaya jika batu tersebut membesar dan menyumbat saluran kencing. Bila batu ini agak besar dan menyumbat, sumbatan tersebut dapat menahan air seni. Jika tidak segera diobati, bisa terjadi pembengkakan pada ginjal yang akan menimbulkan rasa sakit yang amat sangat. Bila sampai parah, penderita bisa muntah-muntah.

Ukuran batu bervariasi, mulai dari yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang sampai yang sebesar 2,5 cm atau lebih. Batu yang besar disebut "kalkulus staghorn". Batu ini bisa mengisi hampir keseluruhan pelvis renalis dan kalises renalis. Jika penyumbatan ini berlangsung lama, air kemih akan mengalir balik ke saluran di dalam ginjal. Jika demikian, terjadi penekanan yang akan menggelembungkan ginjal (hidronefrosis) dan selanjutnya bisa merusak ginjal.

Pengobatan Dulu, operasi merupakan jalan satu-satunya untuk menghilangkan batu. Minum banyak air dan obat, baik tradisional maupun medis, tak cukup. Operasi masih merupakan jalan terbaik untuk mengeluarkan batu penyumbat ginjal. Tapi sekarang berbeda. Operasi hanya dilakukan jika batu memang memenuhi dinding ginjal dan tidak bisa ditempuh dengan cara lain.

Pada saat ini, pengobatan tergantung pada letak batu yang mengganjal. Batu kecil yang tidak menyebabkan gejala, menyumbatan atau infeksi, biasanya tidak perlu diobati. Hanya dengan meminum banyak cairan untuk meningkatkan pembentukan air kemih. Jika batu telah terbuang, tidak perlu pengobatan lagi. Kolik renalis atau bagian ureter paling atas yang berukuran 1 cm atau kurang seringkali bisa dipecahkan dengan gelombang ultrasonik (extracorporeal shock wave lithotripsy, ESWL).

ESWL adalah terapi penghancuran batu (ginjal) dengan gelombang kejut (shock wave) yang ditransmisi dari luar tubuh. Ribuan gelombang kejut ditembakkan ke batu ginjal sampai hancur. Pecahan batu selanjutnya akan dibuang dalam air kemih. ESWL adalah sebuah terapi yang tidak memerlukan pembedahan atau memasukkan alat ke dalam tubuh pasien. Sementara batu kecil di dalam ureter bagian bawah bisa diangkat dengan endoskopi yang dimasukkan melalui uretra ke dalam kandung kemih.

Amankah Kopi bagi Jantung?

MINIMUM secangkir kopi hangat tentu terasa nikmat. Minuman yang telah menjadi bagian dari gaya hidup, tentu saja tidak bisa leluasa dinikmati penderita jantung.Di balik kenikmatannya, kafein disebut-sebut mampu memacu kerja jantung.

Demikian pula saat penderita penyakit jantung menyeruput teh. Sebenarnya penderita jantung bisa tetap meminum kopi dan teh asal tidak berlebihan. Batasan jumlah kopi maupun teh dikhawatirkan akan memacu rangsangan pada jantung dan berdenyut lebih kencang.

Hal ini mengakibatkan keluar air kencing lebih banyak karena membuat aliran darah lebih cepat. "Jika mengalami darah rendah dan gampang mengantuk dapat diatasi dengan mengonsumsi kopi asal dalam porsi sedikit saja," papar Tim Penyuluh dari RS Telogorejo, Semarang Agung Sudarmanto.

Kendati tidak leluasa mengonsumsi bukan berarti tanpa peraturan sama sekali. Penikmat kopi bisa mengonsumsi asal dibarengi dengan olahraga. Olah tubuh ini sedikit banyak bisa mengurangi jantung memompa berlebihan.

Penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian tertinggi.Gaya hidup tidak sehat dan pola makan dituding pemicu jumlah penderita semakin banyak. Agung memaparkan, pola makan yang tidak baik dapat menyebabkan gangguan pada arteri koroner.

Jika terus berlanjut akan mengalami penyempitan.Penyempitan arteri koroner dalam tubuh dapat disebabkan beberapa hal, yaitu kadar kolesterol yang tinggi, kencing manis (diabetes melitus), tekanan darah tinggi, merokok, kegemukan, kurang olahraga, stres, faktor keturunan, serta usia yang semakin bertambah.Beberapa makanan yang perlu diperhatikan seperti mengurangi dan menghindari konsumsi lemak jenuh seperti lemak, daging berlemak (terutama daging merah), jeroan, kuning telur, santan kental maupun goreng-gorengan, serta banyak mengonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan. Sebenarnya kolesterol tidak selamanya jahat.

Kolesterol terbagi menjadi kolesterol jahat (LDL) atau kolesterol baik (HDL). Semakin tinggi kolesterol jahat, semakin tinggi pula risiko terkena penyakit jantung. Jika LDL diturunkan satu persen,risiko terkena penyakit jantung koroner bisa turun pula satu persen.Sebaliknya, jika HDL naik satu persen peluang sehat bisa naik tiga persen. Jadi, sebaiknya orang berusaha menaikkan kadar HDL.
Ada beberapa cara nonfarmakologis yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kadar kolesterol baik, salah satunya adalah mengubah gaya hidup.

Misalkan, berolahraga teratur dan terukur, mengurangi asupan rokok, dan mengurangi berat badan. Olahraga rutin yang dianjurkan adalah tiga kali seminggu yakni joging atau jalan kaki

Perbedaan Terapi Berhenti Merokok untuk Pria dan Perempuan

Pada tahun 2001, sekelompok perokok muda diberi kacamata yang agak buram dan penjepit hidung di University of Pittsburgh School of Medicine. Setelah menyalakan rokok, ternyata para perempuan dalam kelompok tersebut menyatakan bahwa rokok yang mereka nikmati rasanya tidak seenak biasanya, sedangkan para pria tetap dapat menikmati rasa rokok yang ada.

Dalam studi lain, para perempuan diminta untuk men-sampling rokok standar dan rendah nikotin. Para peserta merasakan perbedaan yang tidak terlalu berat baik dalam rasa dan kenikmatan yang mereka rasakan, jika dibandingkan dengan peserta pria.

Hal ini hanyalah sekian dari sejumlah penemuan lain yang muncul sebagai perbedaan jenis kelamin antara pria dan perempuan perokok. Penelitian ini menunjukkan bahwa pria merokok untuk mendapatkan nikotin, sedangkan perempuan lebih cenderung untuk mencari bau dan rasa, sensasi tangan ke mulut, untuk mengendalikan berat badan dan memperbaiki mood mereka.

Walaupun tidak ada orang yang sepenuhnya mengerti apa yang menyebabkan perbedaan ini, para ahli mengatakan bahwa pengertian ini dapat menjadikan strategi untuk berhenti dari kecanduan rokok

Pengganti nikotin tidak akan dapat bekerja baik bagi perokok perempuan

Sedangkan baik pria dan perempuan memiliki tingkat sukses yang sama jika dibantu dengan obat-obatan penghenti rokok. Tapi penelitian menunjukkan bahwa Terapi Pengganti Nikotin (TPN), misalnya nicotine patch atau permen karet nikotin, menunjukkan adanya perbedaan. TPN nampak berhasil membantu pada masa-masa awal penghentian nikotin karena rokok berhenti, tapi setelah enam bulan, para perempuan lebih yang banyak kembali ke kebiasaan merokok daripada kaum pria.

Di sisi lain, perbedaan jenis kelamin pada masalah kecanduan merokok melalui terapi TPN mencatat adanya hasil yang juga unik: inhaler, benda plastik kecil yang berbentuk alat pemegang rokok, yang memberikan dosis nikotin tertentu jika anda menghisapnya dalam-dalam. Dalam studi pada tahun 2001 yang melibatkan 504 perokok, inhaler ternyata lebih efektif terhadap perempuan daripada pria, sedangkan pria yang sudah merokok lama, berhasil menghentikan kebiasaan merokoknya karena tiga hal: semprotan (spray), patch, dan terutama permen karet

"Perempuan kehilangan rasa sensorik yang timbul dan nikotin yang mereka nikmati pada saat berhenti merokok," demikian jelas Cora Lee Wetherington, PhD, pada artikel di tahun 2002 yang diterbitkan oleh NIDA (National Institute on Drug Abuse) Institut Nasional untuk Penggunaan Obat Terlarang, di mana Dr. Cora adalah kepala peneliti untuk riset mengenai jenis kelamin dan perempuan.

"Oleh karena itu, menggantikan rasa sensorik tersebut, digunakanlah inhaler, tapi hal ini tidak dapat digantikan oleh permen karet ataupun patch, dan mempelajari hal ini dapat membantu kita untuk mempercepat proses penghentian kecanduan merokok bagi kaum perempuan."

Mengenai berat badan juga seharusnya kaum perempuan sudah tidak perlu khawatir lagi. Lebih dari setengah perempuan yang mengikuti test mengakui bahwa permasalahan berat badan adalah permasalahan terbesar yang harus mereka hadapi pada saat berhenti merokok. Hal ini tidak mengejutkan karena memang berat badan mereka akan meningkat, tapi terapi cognitive behavioral therapy (CBT) bisa mengatasi masalah ini. Studi pada tahun 2001 tadi juga menunjukkan bahwa dari dari 200 perempuan yang mengikuti test dan menerima terapi CBT ini tetap bertahan dari rokok, walaupun berat badan bertambah, jika dibandingkan dengan mereka yang mengikuti program pengendalian berat badan biasa

Kaitan dengan PMS (Sindrom Sebelum Menstruasi) juga menunjukkan bahwa kiat terbaik untuk berhenti merokok sebaiknya dilakukan di hari pertama setelah menstruasi dimulai.

Sembuhkan Endometriosis Dengan Tomat

Endrometriosis atau kista pada organ reproduksi perempuan merupakan problem kesehatan yang sering dialami. Kini ada cara alami untuk mengatasinya. Menurut penelitian, tomat dapat menyembuhkan Endometriosis.

Endometriosis adalah kista atau jaringan yang harusnya di dalam rahim namun tumbuh di tempat lain seperti saluran telur dan ovarium. Tumbuhnya kista tersebut membuat terganggunya siklus haid, tingkat kesuburan juga rasa sakit yang teramat sangat.

Telah banyak obat yang bisa dikonsumsi untuk mengatasi penyakit tersebut. Namun sayang bagi perempuan efeknya tak begitu baik. Biasanya obat-obatan tersebut dapat membuat kesuburan semakin berkurang sehingga biasanya mereka sulit mendapatkan keturunan.Namun kini ada cara yang lebih alami untuk mengatasi peyakit tersebut. Yaitu dengan mengkonsumsi tomat.
Para peneliti asal Amerika Serikat menemukan, tomat mengandung zat yang bernama Lycopene.Lycopene adalah zat yang membuat warna merah pada tomat dan semangka.

Zat tersebut bisa mengurangi aktifitas sel kista tersebut hingga 90 persen. Wow. Tak hanya itu, seperti dikutip detikhot dari Dailymail, Jumat (14/11/2008), zat itu juga bisa mengurangi bekas luka setelah operasi, mengurangi aktifitas tumor jinak di dalam tubuh juga mengurangi keriput kulit.Tapi yang perlu diingat, terlalu banyak zat Lycopene juga tak selamanya baik.

Zat Lycopene dapat membuat perubahan warna kulit menjadi lebih gelap. Menurut para ahli, satu buah tomat sehari, sudah cukup bagi kesehatan. Yuk mulai konsumsi tomat.

Minggu, 19 Oktober 2008

Berinternet Ria Sehatkan Otak

BAGI kalangan usia menengah dan lanjut usia, aktivitas menjelajah internet ternyata dapat memberi dampak positif bagi fungsi dan kemampuan otak, demikian hasil sebuah penelitian terbaru yang dimuat American Journal of Geriatric Psychiatry.

Para ahli dari University of California Los Angeles belum lama ini menemukan bahwa kegiatan surfing internet dapat menstimulasi pusat otak yang mengendalikan pembuatan keputusan dan pertimbangan kompleks.

Peneliti menyatakan, aktivitas menggunakan internet mungkin dapat membantu mencegah perubahan psikologis berkaitan dengan pertambahan usia yang kerap menyebabkan penurunan fungsi otak.Ketika seseorang bertambah tua, diyakini terjadi sejumlah perubahan nyata pada otak termasuk penciutan dan pengurangan aktivitas sel yang dapat mempengaruhi kemampuan dan fungsi otak.

Sudah lama diduga bahwa aktivitas yang membuat otak tetap aktif seperti bermain puzzle atau membaca dapat meminimalisir dampak penuaan otak - dan riset terbaru telah mengindikasikan bahwa aktivitas surfing internet dapat menjadi salah satu alternatif. "Hasil penelitian ini menganjurkan bahwa perkembangan teknologi komputer dapat memberi efek psikologis dan potensi manfaat terhadap kalangan usia menengah dan lansia.

Berinternet dapat melibatkan aktivitas otak yang rumit , yang dapat membantu melatih dan memperbaiki fungsi otak ," ujar pimpinan riset Professor Gary Small seperti dikutip BBCSmall melakukan risetnya dengan melibatkan 24 sukarelawan berusia antara 55 hingga 76 tahun. Setengah dari mereka Merupakan pengguna aktif internet sedangkan sisanya tidak.

Setiap partisipan menjalani scan otak saat melakukan surfing internet dan juga ketika diberi tugas membeca buku. Kedua jenis aktivitas ini ternyata menunjukkan bukti signifikan akan adanya aktivitas pada wilayah otak yang mengendalikan bahasa, mambaca, daya ingat dan kemampuan visual.
Namun begitu, berinternet ria menghasilkan aktivitas tambahan yang signifikan pada daerah yang terpisah pada otak yang mengendalikan pembuatan keputusan serta pertimbangan kompleks. Dibandingkan aktivitas membaca sederhana , menggunakann internet membutuhkan pilihan yang membuat orang harus membuat keputusan akan apa yang harus diklik dalam upaya mendapatkan informasi yang diinginkan.

Chitosan, Limbah Kulit Udang untuk Diabetes dan Hipertensi

Jangan sia-siakan limbah kulit udang dan kepiting. Ekstrak zat kerak yang lebih populer dengan nama chitosan ini mampu mengatasi tekanan darah tinggi, diabetes, hati, kanker, dan gangguan organ tubuh. Terakhir chitosan diyakini bisa sebagai bahan pengawet makanan, seperti formalin.

Sri Haryati (65) sudah lama mengalami gangguan tekanan darah tinggi. Seperti dituturkan ibu rumah tangga yang tinggal di bilangan Blok A, Jakarta Selatan ini, setahun lalu, tekanan darahnya sampai di atas 200 mmHg, paling rendah 140.


Oleh dokter yang memeriksanya, Sri dianjurkan mengonsumsi obat antihipertensi. Selain itu, ia diharuskan banyak istirahat dan dilarang mengemudikan mobil.

Bosan minum obat kimia, pengobatan alternatif menjadi pilihan Sri. Untunglah dia bertemu Sinse Harry, akupunturis dan herbalis yang berpraktik di bilangan Pluit, Jakarta Utara.

Sri dianjurkan mengonsumsi ekstrak zat kerak udang atau kepiting, yang biasa disebut chitosan. Sebulan kemudian, tekanan darahnya turun menjadi 120/90 mmHg. Kini, ia mengaku tekanan darahnya stabil di angka 120/80.


Pengalaman lain, Karyati (34) sempat mempunyai berat badan hingga 70 kg dengan tinggi badan 157 cm. Kondisi tersebut membuat karyawati perusahaan telekomunikasi ini kurang percaya diri. Beberapa terapi dilakoni, yakni ikut klub senam kebugaran dan minum teh pelangsing.

Berat badannya memang turun menjadi 60 kg, tetapi kepalanya jadi sering pusing dan keseimbangannya terganggu. “Kalau sedang berjalan, badan terasa melayang. Begitu juga bila mau berdiri selepas duduk,” tuturnya.

Atas anjuran Dr. Setiawan, Ph.D, dokter sekaligus herbalis, Karyati mengonsumsi kapsul chitosan. Setelah dua bulan, berat badannya turun menjadi 50 kg. Lainnya, Hendra Mustofa (28) menderita sakit maag sejak duduk di bangku SMA.

Ketika kuliah, ia sering tak sadarkan diri karena derita maag yang tak tertahankan. Beberapa pengobatan telah dilakoni, sayangnya belum ada yang membuahkan hasil.

Atas saran kerabatnya, ia mengonsumsi ramuan chitosan. Hasilnya, ia tak lagi mengalami sakit maag.

Bahkan, ia sudah berani mengasup makanan pedas, meski cuma sesekali.
Kulit KerasChitosan pertama kali ditemukan oleh ilmuwan Perancis, Ojier, pada tahun 1823. Ojier meneliti chitosan hasil ekstrak kerak binatang berkulit keras, seperti udang, kepiting, dan serangga.

Dijelaskan DR. Ir. Linawati Hardjito, Ketua Departemen Teknologi Hasil Perikanan (THP) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor, chitosan merupakan produk turunan dari polymer chitin, yakni produk limbah dari pengolahan industri perikanan, khususnya udang dan rajungan. Limbah kepala udang mencapai 35-50 persen dari total berat udang.

Proses pembuatan chitosan, menurut Dr. Setiawan, pertama-tama kulit udang atau kepiting dicuci dengan larutan alkali encer untuk menghilangkan protein (deproteinisasi). Selanjutnya bahan dicuci dengan larutan asam hidroklorik encer untuk menghilangkan kerak kapur (demineralisasi). Proses deproteinisasi dan demineralisasi usai, yang tersisa adalah zat kerak (crust).

“Dalam zat kerak terdapat unsur butylosar yang bermanfaat bagi tubuh manusia. Zat kerak tak larut dalam asam maupun basa, dan sulit diserap oleh tubuh manusia,” ungkapnya.
Untuk mendapatkan unsur butylosar secara utuh, dokter yang berpraktik di daerah Pluit, Jakarta Utara ini menguraikan prosesnya. Pertama kali, zat kerak dimasukkan ke dalam larutan alkali pekat. Selanjutnya, dipanaskan dalam suhu 80-120 derajat Celsius untuk melepaskan asetil.

Butylosar yang telah didapatkan itu hanya larut dalam asam encer dan cairan tubuh manusia. Dengan demikian, butylosar dapat diserap oleh tubuh.

Kerak yang telah dilepaskan asetilnya merupakan zat murni, tinggi sifat basanya, serta mengandung banyak molekul glukosa. Zat itu merupakan satu-satunya selulosa yang dapat dimakan.

Ditambahkan DR. Linawati, zat ini mempunyai muatan positif yang kuat, dan dapat mengikat muatan negatif dari senyawa lain. Selain itu, zat ini mudah mengalami degradasi secara biologis dan tidak beracun.

Pengganti FormalinLebih lanjut, Dr. Setiawan menguraikan khasiat butylosar, yakni meningkatkan fungsi pembunuh sel kanker. Dalam sebuah riset antitumor, katanya, butylosar mempunyai daya penekan terhadap penyebaran sel tumor sekaligus merangsang kemampuan kekebalan tubuh serta mendorong tumbuhnya sel T limpa dari pankreas.

“Bahaya kanker terletak pada kemungkinan peralihannya. Kemampuan zat butylosar dalam menekan sifat peralihan sudah diakui oleh ilmuwan biologi di berbagai negara melalui cara yang berbeda-beda. Selain itu, dalam pemakaiannya terhadap pasien memperlihatkan keberhasilan yang cukup tinggi,” kata Dr. Setiawan.

Butylosar mempunyai kemampuan menempel pada molekul sel di permukaan bagian dalam pembuluh darah. Kondisi ini mencegah sel tumor menempel pada sel permukaan pembuluh darah, artinya mencegah perembesan jaringan kanker ke daerah sekitar.

Butylosar dapat juga mengurangi penyerapan tubuh terhadap ion-ion klor. Zat ini meningkatkan fungsi pembesaran pembuluh darah, yang pada gilirannya menurunkan tekanan darah.
Sejak tahun 2004, menurut DR. Linawati, Departemen THP telah melakukan uji aplikasi zat kerak pada beberapa produk ikan asin, seperti jambal roti, teri, dan cumi. Dalam berbagai konsentrasi, chitosan dilarutkan dalam asam asetat, kemudian ikan asin yang akan diawetkan dicelupkan beberapa saat dan ditiriskan.

Hasilnya, pada konsentrasi 1,5 persen saja penggunaan chitosan dapat menyamai pemakaian formalin yang merupakan bahan berbahaya. Indikasinya, lalat yang hinggap lebih sedikit, penampakannya lebih baik daripada ikan asin kontrol (tanpa formalin dan chitosan) maupun ikan asin dengan formalin.

Pemakaian chitosan sebagai bahan pengawet juga tidak menimbulkan perubahan warna dan aroma. Setengah berpromosi, DR. Linawati membandingkan segi ekonomis penggunaan chitosan dibanding formalin. Untuk 100 kg ikan asin diperlukan satu liter chitosan seharga Rp 12.000, sedangkan formalin Rp 16.000.

Dr. Setiawan menambahkan, untuk pengobatan, dosis yang dianjurkan 2 x 2 kapsul per hari diminum dengan air hangat. Bila diminum bersama produk lain, beri jarak waktu 1 jam karena sifatnya yang mengikat. Ia mengingatkan, chitosan tidak dianjurkan dikonsumsi oleh anak-anak

Pilah Pilih Si Penghilang Bau Badan

Banyak cara dilakukan untuk menyingkirkan atau menyamarkan bau badan tak sedap. Saat ini, tak sedikit produk penghilang bau badan yang dijual di pasaran, mulai deodoran, obat minum, bedak. Selain itu, ada pula suntikan botox dan operasi. Dari sekian banyak, produk dan cara seperti apa yang paling efektif dan aman?

- Bedak
Bedak bisa membantu mengurangi bau badan tak sedap dan menyerap keringat dengan baik. Ketiak pun tidak basah dan kulit terasa nyaman. Selain itu, bedak tidak mempunyai efek samping. "Pilih bedak yang mengandung antiseptik, karena bermanfaat membunuh kuman. Akan tetapi, hati-hati terhadap bedak mengandung menthol, karena ada jenis kulit yang alergi terhadap menthol, sehingga menimbulkan gatal dan iritasi," ujar Dr. Tjut Nurul Alam Jacoeb, Sp.KK (K), dari Jakarta Skin Center.

- Deodoran
Deodoran ada banyak jenisnya. Ada yang disemprot, ada pula yang roll on. "Tergantung pembawaannya ke kulit dan kandungan yang ada di dalamnya," ujar Tjut. Deodoran mempunyai kandungan yang berbeda. Deodoran antiperspiran mengandung senyawa aktif seperti alumunium chloride dan alumunium hydroxibromyde yang berfungsi mengurangi produksi kelenjar keringat dengan mempersempit pori-pori kulit.

Terkadang, ada pula yang menambahkan parfum pada kandungan deodoran. "Sebaiknya hati-hati. Jika kandungan parfumnya tidak cocok dengan kelenjar produksi pembusukan, malah akan bertambah bau," terang Tjut. Sementara deodoran antiseptik mampu membunuh bakteri penyebab bau badan. Keduanya bisa digunakan, tergantung kecocokan kulit dan tidak membuat kulit jadi tergantung. Jenis antipespiran, selain membunuh bakteri juga bertugas mengurangi jumlah keringat.