Tampilkan postingan dengan label strooke. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label strooke. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 November 2008

Waspadai Gejala Stroke di Usia Produktif

Stroke merupakan satu di antara tiga penyakit penyebab kematian terbesar di dunia dan menduduki peringkat kedua setelah jantung dan kanker. Stroke juga merupakan penyebab kecacatan utama, terutama pada golongan usia produktif.

Dengan mengetahui gejalanya, masyarakat bisa langsung membawa penderita ke rumah sakit begitu mendapati gejala seperti stroke.

Salah satu gejalanya adalah bila ada salah satu terjadi nyeri kepala sangat hebat dengan karakter tidak lazim, atau kejang yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya, anggap saja itu sebagai gejala stroke dan segera larikan ke rumah sakit

Kesembuhan stroke ditentukan oleh penanganan yang cepat, tepat, dan akurat akan meminimalisasi kecacatan yang ditimbulkan. Oleh karena itu, keberadaan unit stroke di rumah sakit tak lagi sekedar pelengkap tapi sudah menjadi suatu keharusan. Cepat tanggap terhadap stroke juga harus dimiliki oleh paramedis di rumah sakit.

Stroke merupakan cedera pembuluh darah otak yang berlangsung dengan tiba-tiba. Cedera tersebut berupa sumbatan atau pecah pembuluh darah. Efek yang terjadi akan sama, yakni kematian daerah otak yang mendapat suplai darah dari pembuluh darah yang cedera.

Bila sumbatan mengalami perbaikan segera disebut transient iskemic attac (TIA) atau serangan stroke sesaat. Pada TIA gejala stroke akan mengalami perbaikan sempurna, namun itu juga merupakan peringatan adanya stroke yang lebih berat.

"Gejala stroke tergantung daerah mana yang terkena sumbatan atau pecahnya pembuluh darah, sebab di tiap-tiap daerah di otak memiliki fungsi tersendiri. Bahkan 2/3 tanpa didahului peringatan apa pun, dan 1/3 memperlihatkan tanda-tanda peringatan.

Penyakit atau keadaan yang menyebabkan atau memperparah stroke disebut dengan faktor risiko stroke, di antaranya, hipertensi, diabetes mellitus, dan penyakit jantung.

Sedangkan keadaan yang dapat menyebabkan stroke adalah obesitas, merokok, dan kurangnya olahraga. Apalagi zaman sekarang stroke tak menyerang orang tua saja, tapi juga kaum usia produktif perlu waspada terhadap ancaman stroke, terutama yang gemar mengkonsumsi makanan berlemak.

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Pertama, dengan menjalankan perilaku hidup sehat sejak dini. Dianjurkan juga untuk mengurangi rokok, melakukan olahraga teratur, menghindari alkohol serta stres yang berlebihan dengan selalu istirahat yang cukup.

Lakukan pengendalian faktor-faktor risiko secara optimal lalu medical check up secara rutin serta berkala, dan pasien harus mengenali tanda-tanda dini stroke.

Selain itu, Ada empat upaya yang harus dilakukan bagi penderita stroke atau yang belum mengalaminya, yakni pencegahan, pengobatan, rehabilitasi, dan promotif.

Jadi, jangan main-main. waspadai gejala stroke di usia produktif dan segera bertindak jika gejala itu terjadi.

Minggu, 19 Oktober 2008

Asma Dapat Memicu Stroke?

BAGI Anda wanita penderita asma sebaiknya waspada. Bila sakit asma yang dialami muncul pada usia dewasa, bisa jadi Anda berisiko besar mengidap penyakit jantung atau stroke.

Laporan riset yang dipublikasikan jurnal American Journal of Cardiology menyebutkan, sakit asma yang muncul pada usia dewasa dapat memicu risiko gangguan jantung dan stroke pada wanita.

Namun risiko ini tidak ditemukan pada penderita pria atau asma yang timbul di usia kanak-kanak.Dr. Stephen J. Onufrak dari Departmen Agrikultur AS, Stoneville, Mississippi, seperti dikutip Reuters Health, Rabu (5/6) menyatakan asma yang muncul pada usia dewasa, seperti halnya penyakit lain yang lebih sering diderita para wanita seperti rheumatoid arthritis dan lupus, kemungkinan besar berkaitan erat dengan tingginya risiko sakit jantung dan stroke.

Untuk sampai pada kesimpulan, Onufrak dan rekannya menganalisis data penelitian bertajuk Risiko Aterosklerosis dalam Komunitas untuk menguji dan mencari kaitan asma dengan risiko mengidap jantung dan stroke berdasarkan gender.

Hasil penelusuran Onufrak menunjukkan, wanita yang asmanya muncul pada usia dewasa berisiko 2,10 kali lebih tinggi mengalami sakit jantung, dan 2,36 kali lebih besar menderita asma dibandingkan mereka yang tidak menderita asma.

Penelitian juga tidak menemukan adanya hubungan antara asma pada masa kanak-kanak atau dewasa dengan risiko sakit jantung atau stroke pada pria, atau timbulnya asma pada masa kecil dengan risiko sakit jantung dan stroke pada wanita.

Meskipun riset in kemungkinan akan berimplikasi pada pengobatan, Onufrak percaya bahwa riset ini perlu dikaji lagi dan direplikasi melalui penelitian lanjutan. "Saya percaya, hasil penelitian ini perlu direplikasi dalam kelompok studi lainnya sebelum menetapkan rekomendasi yang konkret," tandas Onufrak said.

Musik Percepat Penyembuhan Stroke

PARIS, RABU - Mendengarkan lagu pop favorit, musik klasik atau jazz ternyata dapat digunakan sebagai metode mempercepat pemulihan kondisi lumpuh akibat stroke, demikian menurut kajian penelitian yang dipublikasikan, Rabu (20/2).

Ketika para pasien stroke di Finlandia mendengarkan musik selama dua jam setiap hari, memori verbal dan rentang perhatian pasien membaik secara signifikan dibandingkan dengan mereka yang tidak mendapat stimulasi musik atau hanya mendengarkan cerita yang dibacakan dengan keras, ungkap penelitian tersebut.

Mereka yang terpapar dengan musik juga mengalami sedikit penurunan depresi daripada mereka yang tidak mendengarkan musik. Tiga bulan setelah serangan stroke, memori verbal meningkat sebanyak 60 persen pada para pendengar musik, 18 persen pada pendengar buku audio dan 29 persen pada mereka yang tak mendengar apa-apa, kata Teppo Sarkamo, penyusun utama kajian itu dan seorang pakar syaraf dari Universitas Helsinki.

Musik dalam beberapa hal dapat menggerakkan lebih banyak lagi mekanisme umum yang memperbaiki dan memperbaharui jaringan syaraf otak pascaserangan stroke, katanya. Pengkajian lebih lanjut diperlukan untuk lebih memahami secara tepat apa yang sedang berlangsung, namun penemuan ini memperlihatkan bahwa musik kemungkinan menawarkan perawatan tambahan yang mudah dan murah bagi para pasien stroke, imbuhnya.

"Ini dapat dipandang sebagai pengkajian percontohan. Ini awal yang menjanjikan," ujar Sarkamo yang juga mengingatkan bahwa terapi musik belum tentu berhasil pada semua korban stroke. Stroke, yang terjadi saat aliran darah ke otak tersumbat, dapat mematikan jaringan otak dan merupakan salah satu penyebab utama kematian dan cacat tetap. Perawatan stroke meliputi obat pengencer darah dan daya upaya untuk merendahkan kolesterol.

Stres Itu Menguras Nutrisi Otak

Ada kalanya stres diperlukan untuk memacu prestasi. Tapi jangan anggap enteng stres yang berulang, karena ia akan seperti badai yang menguras nutrisi otak dan memunculkan berbagai penyakit fisik.

Pilih mana, lari dari tembakan aparat yang menggunakan peluru tajam saat berdemonstrasi menuntut reformasi, atau menghadapi lalu lintas yang macet total selama dua jam karena demonstrasi? Mungkin Anda akan dengan cepat berkata, “Tidak semuanya.” Tapi kalau diharuskan memilih, biasanya orang cenderung memilih lalu lintas yang macet.

Kedua situasi itu memang akan menimbulkan reaksi yang sama pada fisik dan psikis kita. Yaitu stres, dan darah serta adrenalin mengalir deras. Tapi kalau mengacu pada pendapat ahli endokrinologi dari Universitas Rockefeller di New York, Bruce McEwen, sebaiknya pilih ditembaki aparat saja.

Bahkan lebih baik dikejar harimau lapar daripada menghadapi kemacetan lalu lintas. Kok, bisa? McEwen punya alasan. Lari dari tembakan aparat atau dari kejaran harimau hanya akan mendatangkan stres yang singkat walaupun tampaknya lebih menakutkan, sedangkan tubuh kita sudah dirancang supaya mampu menghadapi situasi seperti itu. Lain halnya stres yang lama, berulang-ulang, dan kronis, tubuh kita tidak dipersiapkan untuk itu dan akibatnya dapat merusak otak.

Stres atau keadaan yang menekan secara fisik maupun psikis, sering dianggap sebagai ‘teman’. Disebut teman, karena ada kalanya situasi menekan itu justru mampu menghasilkan prestasi dan produktivitas. Karena itu para psikolog sering menasihati, stres tidak perlu dihindari atau pun dilawan, tapi dikelola. Sayang, tak semua orang mampu mengelola stres, sehingga banyak penyakit (fisik) yang timbul. Mulai dari maag, liver, jantung, stroke, kanker dan sebagainya. Karena itu semboyan dalam tubuh sehat terdapat jiwa yang sehat, tidak tepat lagi.

Ilmu pengetahuan menunjukkan, dalam jiwa yang sehatlah terdapat tubuh yang sehat.Membentuk Memori“Perasaan kecewa maupun kehilangan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, stres yang berbeda-beda setiap hari, semuanya memberi dampak,” ujar Dra. Nilam Widyarini, MS., lulusan Program Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada, Yogya.

Pengajar di Universitas Atmajaya Jakarta ini lantas menerangkan, keadaan yang menimbulkan stres, baik secara fisik maupun psikis, akan menimbulkan reaksi kimia luar biasa pada tubuh. Segera setelah seseorang mengalami situasi stres, otak akan mengirim pesan kepada saraf agar melepaskan adrenalin dan kimia otak lain, untuk dikirimkan sebagai energi kepada otot.


Yang lebih penting lagi, ada bagian kecil pada otak yang disebut hippothalamus, akan mengirim pesan kepada kelenjar di bawah otak agar mengalirkan hormon corticotrophin ke dalam darah. Pada gilirannya, hormon ini akan meminta kelenjar adrenal supaya mengeluarkan lebih banyak hormon stres (glucocorticoids).

Hormon ini akan memerintahkan tubuh supaya membanjiri darah dengan gula, agar segera memiliki energi untuk lari dari bahaya. Hormon stres terutama sekali tampak ‘menggemparkan’ bagi bagian otak yang disebut hippocampus. Bagian inilah yang memainkan peranan penting dalam membentuk memori.


Dalam buku panduan mengenai stres berjudul Why Zebras Don’t Get Ulcers, Robert Sapolsky menjelaskan bahwa jika berhasil mengatasi situasi stres, kita ingin bisa mengingatnya supaya lain kali bisa menghindarinya.

Dalam peristiwa yang sangat mengguncangkan, biasanya memori akan menajam. Mungkin inilah yang bisa menjelaskan, mengapa kita sulit melupakan tragedi ‘65 atau kerusuhan Mei ‘98. Stres Berulang Kadang orang mengalami stres secara berulang, dan akibatnya glucocorticoids akan membanjiri otak.

Lama kelamaan manfaat hormon stres hilang, sehingga memori akan memburuk, tingkat energi turun, dan problem kesehatan muncul. Menurut Sapolsky, dalam beberapa hari saja hormon stres meningkat, akan melemahkan (bahkan mematikan) sel hippocampal jika suplai oksigen terhenti, seperti yang terjadi saat stroke atau serangan jantung.Stres traumatik seperti yang terjadi pada anak-anak korban kekerasan seksual, veteran maupun korban perang, tentu saja lebih besar kemungkinannya merusak otak.

Dalam American Journal of Psychiatry dijelaskan bahwa veteran perang rata-rata hippocampal otak kanannya berkurang 8%. Anak korban kekerasan seksual ukuran hippocampal pada otak kirinya berkurang 12%. Studi lain yang dilakukan intensif selama empat tahun terhadap sekelompok wanita diketahui, mereka yang hormon stresnya sering meningkat, hippocampal pada otaknya berkurang 14%. Dari pemeriksaan pasien depresi diketahui, ukuran hippocampal-nya berkurang 19% dibanding orang yang sehat.

Melihat akibatnya yang sangat buruk itu, satu-satunya cara agar kita tetap sehat adalah sebisa mungkin mengelola stres.

Cara Mengelola Stres

1. Ambil liburan secara teratur.
2. Makanlah makanan sehari-hari yang menyehatkan.
3. Hindari kafein, alkohol dan tembakau.
4. Lakukan olahraga secara teratur.
5. Berlatihlah beberapa teknik rileksasi seperti yoga, meditasi, latihan pernapasan.
6. Hadapilah masalah yang terjadi dalam pekerjaan maupun hubungan (relationship), dan pecahkan.
7. Belajarlah untuk mengenali ambang stres Anda sendiri, dan jangan memaksakan diri untuk melampauinya.
8. Pertimbangkan untuk memiliki hewan peliharaan, karena bisa membantu Anda menjadi rilek.
9. Bicarakan masalah Anda dengan ahlinya. Konselor profesional dapat membantu melihat persoalan secara obyektif, dan menempatkan masalah dalam perspektif yang tepat.

Viagra untuk Otak

Sudah lama orang mencari ”obat kuat” buat otak. Belakangan di kalangan ilmu penyakit tua (Geriatrics) bermunculan temuan bahwa otak bisa dipelihara potensinya dengan mengonsumsi beberapa jenis zat berkhasiat alami, maupun obat kimiawi. Seperti apakah?

Sudah lazim kalau fungsi otak semakin susut dengan bertambahnya umur. Pak Wir. pada umurnya yang lewat 70 tahun sering mengeluh kalau ia jadi sangat pelupa. ”Apa saya sudah pikun, Dok?” ia bertanya. Tentu harus dijawab belum tentu begitu.

Kemampuan mengingat merupakan salah satu fungsi otak. Namun, lupa dan lupa bisa berarti dua. Mungkin cuma jenis lupa yang jamak pada usia lanjut (forgetfullness), atau bisa jadi betul sebuah kepikunan.

Tentu tidak semua orang berusia lanjut pasti pikun. Beberapa faktor penunjang berperan di sana. Faktor gen, misalnya, yang membuat jaringan otak sontak berubah jadi kisut seperti terjadi pada penyakit Alzheimer. Kasus penurunan fungsi otak lainnya boleh jadi lantaran otak tidak dijaga kebugarannya.

Normalnya, supaya tetap bugar, otak membutuhkan dua hal: aliran darah yang senantiasa lancar mengirimkan oksigen dan zat gizi. Untuk itu darah sendiri harus sehat, sel-selnya normal, dan cairan darahnya tidak mengental (tak beragregasi).

Kita tahu, aliran darah otak dipengaruhi juga oleh kekuatan jantung memompa darah, selain masih utuhnya pipa pembuluh darah otak. Menu harian bagus saja tanpa tekanan darah ke otak yang cukup, atau bila pipa pembuluh otak sudah tersumbat, tetap saja membuat otak kekurangan pasokan makan. Dalam hitungan menit, kekurangan pasokan oksigen ke otak membuat jaringan otak rusak dan mati, sehingga fungsi otak terganggu dan tidak lagi optimal.

Sebaliknya, pasokan darah ke otak cukup tetapi menu harian banyak kekurangan, sama-sama membuat sel otak tidak lagi bugar. Cara bernapas yang pendek, oksigen dalam udara yang kita hirup sudah tipis, banjirnya polusi udara, merupakan beberapa muasal yang bikin sel otak menjerit akibat sesak napas. Belum dihitung efek buruknya jika memilih menu harian yang minim jenis nutrisi buat makanan otak atau kekurangan zat pemasok bahan kimiawi penghubung antarsel otak (neurotransmitter).

Neurotransmitter
Kita sudah kenal hampir seratus jenis kimiawi neurotransmitter untuk sekian banyak fungsi otak. Kekurangan salah satu kimiawi penghubung antarsel otak ini berakibat fungsi otak terganggu. Setiap bagian fungsi otak diperankan oleh satu kimiawi vital ini.

Temuan baru-baru ini ihwal proses jatuh cinta pun, misalnya, kedapatan dipengaruhi oleh nuerotransmitter jenis dopamine. Ini sama dengan proses munculnya gangguan jiwa jenis obsesif-kompulsif (National Geographic, edisi Feberuari 2006).

Tahun 2000, ketika pemetaan otak (Human Brain Mapping) berhasil dibaca, ditemukan ada bagian otak (claustrum) yang diyakini sebagai pusat seks laki-laki (Brain G-Spot). Setiap kali laki-laki terangsang seks, claustrum otaknya jadi aktif, dan aliran darah ke sana meningkat. Temuan itu menjanjikan bakal terciptanya obat (kimiawi) yang mampu memicu bagian otak itu untuk bergiat, dan seks laki-laki lalu jadi bisa on terus.

Jauh sebelum itu, riset otak (setelah Presiden Bush menyatakan abad ke-20 sebagai Brain Age) juga menemukan pusat rasa takut, pusat kematian, pusat umur panjang di otak. Dengan temuan itu berarti ada harapan bioteknologi bakal mampu memanipulasi pusat-pusat di otak itu demi tujuan kesejahteraan umat manusia.

Kendati otak terpelihara baik, cemaran bisa juga mendera dari luar, dengan akibat yang lebih kurang sama. Radikal bebas yang membanjir dari udara, menu harian, dan gelombang elektromagnetik (telepon seluler, medan listrik, gelombang dari oven, layar monitor, dan alat elektronik lainnya) kian merongrong kehidupan orang modern. Ketajaman mental bisa menurun olehnya. Akibatnya, kemampuan mengingat, belajar, perhatian, konsentrasi, dan pengambilan keputusan, menjadi tidak lagi tajam

Otak juga memerlukan pasokan zat gizi yang lengkap, khususnya zat besi, trace element selenium, selain grup vitamin B, dan omega-3 (DHA). Anemia kekurangan zat besi bisa menurunkan ketajaman kognitif, selain bisa terjadi gangguan mood, kecemasan, rasa letih berlebihan bila otak kekurangan mineral selenium.

Nootropics
Sudah disebut di atas, agar otak tetap bekerja normal diperlukan aliran darah otak yang optimal, dan pasokan oskigen dan makanan otak yang cocok. Dengan perkataan lain, metabolisme otak ditingkatkan.

Dari sekian temuan tentang makanan yang diperlukan otak, ternyata lebih sepuluh zat vital yang kedapatan sangat berperan, di antaranya phosphatidylserine yang selain meningkatkan fungsi kognitif, rasa sejahtera dan tampilan perilaku normal pun dibangkitkan. Dengan zat itu ketajaman mental meningkat.

Khasiat yang sama juga diperoleh dari zat vinpocetine (dari kecambah tanaman voaconga) yang banyak digunakan untuk kepikunan usia lanjut, yang kerjanya meningkatkan aliran darah ke otak, selain memperbaiki transpor gula ke sel otak. Lalu, ditemukan pula ginkgosides A-D dari daun ginkgobiloba yang berkhasiat meningkatkan aliran darah otak, selain memperbaiki impuls saraf otak.

Kita juga mengenal phenylalanine, bahan pembuat beberapa jenis neurotransmitter. Sementara carnitine diyakini sebagai antioksidan penghambat penuaan otak dan memacu beberapa neurotransmitter. Zat hydergine kedapatan juga mampu meningkatkan aliran darah otak.
Bahan-bahan di atas tergolong nootropics atau pemacu fungsi otak, dan kini kian banyak dimanfaatkan sebagai suplemen, selain dijadikan ”obat” karena berkhasiat meningkatkan aliran darah otak, sekaligus pemasok makanan yang cocok buat otak, yang berarti meningkatkan metabolisme otak.

Tak Cukup Red-PillRiset ihwal bagaimana memori dibentuk di otak sudah berhasil dilacak. Ternyata beberapa zat berperan dalam pembentukan memori di otak. Periset Eric Kendel, penerima Nobel tahun 2000 (Memory Pharmaceutical) berhasil melacak kemampuan memori otak pada tingkat molekuler. Ia menemukan, ternyata zat AMP (Adenosinemonophosphate) memegang peran utama dalam pembentukan memori.

Lebih lanjut diketahui kalau jenis CREB (C-AMP response element binding protein) persisnya sebagai zat pembentuk memori. Lebih delapan buah perusahaan farmasi kemudian berlomba menciptakan zat pintar ini, sebagai kontraktor utama pembentukan ingatan pada otak manusia.
Sebetulnya sudah sejak tahun 50-an mulai ditelusuri kemungkinan menciptakan ”obat” untuk mengatasi kehilangan memori otak akibat bertambahnya umur (age-related memory loss). Dari sana tercipta beberapa obat baru untuk menanggulangi kasus Alzheimer. Menyusul kemudian golongan obat piracetam, amiracetam, oxiracetam, pramiracetam sebagai peningkat spesifik kemampuan kognitif otak.

Jenis yang memengaruhi neurotransmitter otak diperankan oleh golongan linopirdine, physostigmin, sabeluzole, tacrine, vasopressine, amantadine, selain nikotin dan kafein. Dalam bahan herbal muncul jenis Ma-huang, oxymethanol, pyritinol, dan BR-16A.
Bahan-bahan berkhasiat tersebut yang kini diangkat sebagai ”obat kuat” atau ”pil merah” (sedang Viagra sebagai ”obat kuat seks” dijuluki sebagai ”pil biru”), yang kini ramai-ramai masuk ke pasar sebagai bahan penguat otak. Penguat di sini berarti menjaga kemampuan kognitif (mempertajam ingatan, perhatian, konsentrasi, solusi masalah, dan pengambilan keputusan).

Namun, satu hal tidak boleh lupa. Aliran darah otak yang lancar dan makanan otak yang cocok saja belum cukup kalau oksigen yang kita hirup masih tidak memadai. Kegiatan rutin olah napas menjadi bagian yang tak terpisahkan dari upaya membugarkan otak.

Hal lain bahwa bahan-bahan di atas, bukanlah menambah otak jadi lebih pintar. Kecerdasan itu ibarat sebuah gelas. Masing-masing orang memiliki gelas kecerdasannya sendiri yang diwarisi dari ayah-ibunya. Asuhan, pendidikan, dan pengalaman hidup yang akan mengisi gelas kecerdasan kita. Tergantung bagaimana sejak kecil kita diasuh dan dididik, gelas kecerdasan milik kita akan terisi penuh ataukah tidak, sehingga otak bisa tampil optimal.

Pemberian bahan berkhasiat, obat, makanan, minuman yang berisikan menu yang cocok buat otak, hanyalah menjaga keoptimalan agar gelas yang sudah terisi penuh itu tetap penuh, dan bukanlah memberi gelas kecerdasan baru yang lebih besar.

Kadar Tinggi Vitamin C Lindungi Tubuh dari Stroke

KADAR vitamin C yang tinggi di dalam tubuh dapat menghindari seseorang dari resiko serangan stroke. Hasil studi selama 9,5 tahun ini diadakan terhadap 20.000 orang usia pertengahan atau lebih tua di Norfolk, Inggris.

Dalam rentang studi selama itu diketemukan 448 kasus stroke. Para periset menemukan mereka yang mempunyai konsentrasi vitamin C tinggi, sejak studi tersebut dimulai, mempunyai resiko 42 persen lebih kecil terserang stroke dalam kurun 10 tahun ketimbang mereka yang mempunyai kadar vitamin C rendah.

Efek protektif dari vitamin C terhadap stroke tidak terpengaruh oleh sejumlah faktor pencetus stroke, diantaranya seperti usia, jenis kelamin, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, indeks massa tubuh, tekanan darah, kolesterol, aktivitas fisik, diabetes, serta pemakaian suplemen.

Hasil studi Dr. Phyo K. Myint dan timnya dari Universitas Cambridge, Inggris, tersebut diterbit- kan American Journal of Nutrition.

"Hasil studi ini memperkuat bukti yang mengindikasikan bahwa konsumsi buah-buahan dan sayuran dalam jumlah besar berfungsi melindungi tubuh dari serangan stroke," jelas Dr. Phyo K. Myint

Wiihabilitasi, Terapi dengan Video Game

CHICAGO, Terapi pemulihan pascacedera, stroke, patah tulang atau pun operasi kini akan lebih menyenangkan bagi para pasien melalui sebuah metode menggunakan bantuan alat video game. Anda tertarik?

Ya, terapi yang dikenal dengan sebutan "Wiihabilitation atau Wiihabilitasi " ini sekarang mulai marak dilakukan di Amerika Serikat. Terapi ini memang secara tipikal merangsang pasien memainkan sebuah konsol generasi terbaru Nintendo bernama Wii, yang tengah naik daun di kalangan gamer.
Terapi konvensional seperti peregangan atau latihan angkat beban guna membantu pa sien mendapatkan kembali kekuatannya seringkali memang menyakitkan, berulang-ulang dan menimbulkan kebosanan. "Faktanya, banyak pasien mengaku terapi fisik hanya menye- babkan rasa sakit dan penyiksaan," ungkap James Osborn, pengawas layanan rehabilitasi di Herrin Hospital, Illinois.

Tetapi dengan menggunakan konsol unik, berupa alat kontrol gerak yang sensitif, Wii membuat tubuh bergerak sama halnya seperti latihan pada terapi fisik konvensional. Bahkan kata Osborn, para pasien menjadi begitu terpikat secara mental dan hampir lupa akan kekakuan yang dialami mereka.


"Dalam sistem Wii, karena formatnya berupa game, ini telah menciptakan semacam persaingan dari dalam. Walaupun Anda bisa berperan sebagai petinju atau petenis menghadapi lawan di layar, sungguh luar biasa begitu banyak pasien kami yang berhasil mengalahkan lawan mereka. Ketika pasien dapat kembali fokus dengan perhatiannya dari kebosanan tugas fisiknya, seringkali mereka bisa melakukanya lebih baik," ungkap Osborn yang menambahkan bahwa.rumah sakitnya yang berjarak 100 mil dari St. Louis, membeli konsol Wii untuk program rehabilitasi pasien tahun lalu.


Nintendo Co., sebagai perusahaan pembuat Wii, sejauh ini belum melihat produk tersebut memiliki potensi sebagai alat terapi, namun begitu mereka senang dengan fenomena ini. "Kami senang melihat masayarakat menemukan manfaatnya untuk rehabilitasi," ujar Anka Dolecki, salah seorang wakil Nintendo Co.

Kabarnya, jenis game Wii yang paling banyak diminati untuk program rehabilitasi adalah game olahraga seperti baseball, bowling, tinju, golf dan tennis. Jenis-jenis permainan ini memang menuntut penggunaan atau ayunan pergelangan tangan yang sama. Para pemain dituntut untuk mengayunkan alat pengontrol (joystick) nirkabel untuk memberikan istruksi dan arah bagi aksi-aksi atlet di dalam layar. The Hines Veterans Affairs Hospital di sebelah barat Chicago, belum lama ini membeli konsol Wii untuk terapi cedera saraf tulang belakang. Matthew Turpen (22), yang mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan tahun lalu di Jerman, saat ini memainkan game golf dan bowling dari atas kursi rodanya di Hines. Ia menuturkan permainan Wii membantunya mengatasi kebosanan selama rehabilitasi dan konsol ini bermaanfaat bagi tubuhnya untuk bergerak.


"Banyak orang yang tidak memiliki fungsi jari yang penuh. Alat ini jelas membantu untuk lebih banyak bekerja menggunakan jari Anda dan mengetahui cara lain menggunakan tangan dan lengan Anda," kata Turpen.Di Walter Reed Army Medical Center, terapi menggunakan Wii telah digunakan bagi para pasien yang mengalami cedera akibat perang Irak. Kebetulan para pasien ini berusia 19 hingga 25 tahun sehingga mereka rata-rata tertarik memainkan video game. "Mereka menganggap ini sebagai hiburan, namun kami menerapkannya untuk terapi.

Ini bermanfaat dalam terapi okupasi yang membantu pasien mempelajari kembali kemampuan sehari-hari seperti menyikat gigi, menyisir rambut dan mengencangkan pakaian," kata Lt. Col. Stephanie Daugherty, kepala bagian terapi Walter Reed Medical Center.


Sementara banyak sekali bukti yang bersifat anekdot mengenai konsol Wii bagi terapi rehabilitasi, Lars Oddsson menyatakan keinginannya untuk menguji efektivitas Wii. Oddsson sendiri adalah direktur Sister Kenny Research Center di Abbott Northwestern Hospital, Minneapolis.

Pusat riset ini membeli konsol Wii akhir musim panas lalu dan kini digunakan bersama dengan University of Minnesota sebagai alat riset untuk mengukur fungsi-fungsi motorik pasien sebelum dan setelah menjalani 'Wiihabilitasi

"Anda tentu saja dapat membuat suatu keadaan bahwa beberapa bentuk ketahanan yang berhubungan dengan kekuatan, fleksibilitas dan keseimbangan serta kardio akan tertantang saat Anda memainkanWii, tetapi pembuktian ilmiah dibutuhkan untuk membuktikannya," kata Oddsson.


Sedangkan Dr. Julio Bonis dari Madrid mengatakan bahwa ia mempunyai bukti lain bahwa memainkan Wii berdampak buruk terhadap fisik . Bonis menyebutnya sebagai "Wiiitis" akut, atau sebuah kondisi yang dialaminya tahun lalu setelah memainkan game tenis Wii selama berjam-jam. Bonis juga sempat menggambarkan gangguan yang dialaminya itu melalui sebuah surat kepada New England Journal of Medicine.

Ia rupanya mengalami rasa sakit yang begitu hebat pada bahu kanan yang didiagnosa sebagai tendonitis akut.

Bonis menambahkan ia baru sembuh dari gangguan itu setelah seminggu meminum obat ibuprofen dan menghindari Wii. Ia pun meminta para dokter untuk mewaspadai penggunaan Wii yang berlebihan.

Namun sebagai salah seorang penggemar Wii, Bonis menyatakan ia bisa membayangkan bahwa penggunaan Wii yang lebih terkontrol akan sangat membantu terapi fisik karena permainan ini memberikan motivasi bagi para pasien.

Ginkgo Dapat Memicu Stroke?





WASHINGTON, KAMIS - Mengonsumsi suplemen herbal ginkgo biloba ternyata tidak sepenuhnya aman bagi kesehatan. Sebuah riset terbaru yang dipublikasikan Rabu (27/2) mengindikasikan bahwa konsumsi jenis herbal ini kemungkinan berimplikasi negatif yakni memicu risiko terjadinya stroke.



Selain mengindikasikan adanya dampak negatif, riset yang dipublikasikan jurnal Neurology Online itu juga melaporkan manfaat positif dari ginkgo, yakni mampu menunda terjadi penurunan kemampuan kognitif pada orang lanjut usia.




Di kalangan medis, ekstrak herbal ginkgo biloba sudah dikenal sejak lama merupakan ramuan yang mampu meningkatkan daya ingat dan fungsi mental lainnya, terutama pada penderita demensia atau kepikunan.




Herbal ini biasanya dipasarkan dalam bentuk suplemen yang dapat diminum setiap hari.¨Salah satu masalah kesehatan yang paling mendesak yang dihadapi masyarakat kami adalah meningkatnya jumlah pasien - yang karena kesendiriannya - berada pada risiko tinggi mengidap demensia.




Potensi untuk menunda atau mencegah gangguan ini adalah hal yang sangat penting,¨ ungkap pimpinan peneliti Dr. Hiroko H Dodge, dari Universitas Negeri Oregon di Corvalis.Hiroko Dodge beserta timnya menggelar riset melibatkan 118 orang berusia 85 tahun ke atas yang tidak mengalami masalah ingatan.




Setengah dari partisipan ini diberi ekstrak herbal ginkgo dlam bentuk pil tiga kali sehari dan setengah lainnya meminum pil plasebo.




Selama penelitian, tercatat 21 partisipan mengalami masalah daya ingat dengan tingkat ringan. Ke-21 orang ini 14 di antaranya yang mengonsumsi plasebo dan 7 yang mengonsumsi ekstrak ginkgo. Meskipun ada kecenderungan bahwa manfaat ginkgo dirasakan para partisipan, namun perbedaan dari mereka yang mengonsumsi ginkgo atau plasebo secara statistik perbedaannya tidak terlalu signifikan.




Namun ketika peneliti memperhitungkan apakah partisipan mengikuti petunjuk cara mengonsumsi pil, terungkap bahwa mereka yang benar-benar mematuhi petunjuk tercatat 68 persen berisiko lebih rendah mengalami gangguan ingatan ringan dibandingkan mereka yang mengonsumsi plasebo.




¨Hasil riset ini memang harus diklarifikasi lagi dengan studi yang lebih besar, namun temuan ini menarik sebab ginkgo sudah digunakan secara luas, mudah didapatkan dan harganya murah,¨ ungkap Dodge.




Risiko stroke Satu hal yang menjadi catatan penting, kata peneliti, dari riset ini juga ada indikasi peningkatan risiko stroke di antara kelompok yang mengonsumsi ginkgo.




Kejadian stroke terjadi pada tujuh partisipan yang meminum pil ginkgo, sedangkan di kelompok plasebo tidak ada partisipan mengalami stroke.¨Gingkgo pernah dilaporkan dapat menyebabkan komplikasi yang berkaitan dengan pendarahan.




Namun stroke pada kasus ini terjadi akibat pembekuan darah, bukannya pendarahan yang parah, dan secara umum tidaklah parah,¨ catat Dodge.¨Penelitian lanjutan sangat diperlukan untuk menentukan apakah ginkgo memiliki manfaat dalam mencegah penurunan fungsi kognitif berikut keamanannya bagi kesehatan,¨ tandas Dodge.

Ngorok Indikasikan Stroke dan Jantung

LONDON, SABTU - Bila Anda termasuk orang yang sering tidur dengan suara dengkuran atau ngorok sebaiknya waspada. Bukan tidak mungkin, kebiasaan itu menjadi pertanda bahwa Anda berisiko tinggi mengidap jantung dan stroke.
Mendengkur atau mengeluarkan suara getar saat tidur lelap memang sejak lama dicurigai para ahli berkaitan dengan gangguan kesehatan.
Kini, indikasi tersebut diperkuat oleh hasil sebuah riset di Hongaria yang mengaitkan kebiasaan mendengkur dengan penyakit jantung dan strokeRiet yang melibatkan lebih dari 12 ribu pasien dan dipublikasikan dalam Journal Sleep itu menyimpulkan bahwa pendengkur berat memiliki kecenderungan yang signifikan mengalami serangan jantung atau stroke dibanding mereka yang tak mendengkur.
Temuan ini menurut peneliti semakin memperkuat teori sebelumnya tentang hubungaan antara mendengkur dengan penyakit kardiovaskuler. Mendengkur sebenarnya gejala yang dapat dialami siapa saja pada berbagai tahap usia.
Namun kebiasaan ini tercatat lebih banyak ditemukan pada sekitar 40 persen pria dewas adan 24 persen wanita dewasa.
Suara mendengkur adalah akibat terhalangnya aliran udara yang melalui saluran yang terletak di bagian belakang rongga mulut dan hidung.
Pada saat otot di langit-langit dan uvula (bagian dari langit-langit yang membentang dari bagian atas hingga pangkal lidah) dalam keadaan rileks , mereka dapat bergetar yang menghasilkan suara yang saat pendengkur bernafas.
Selama bertahun-tahun , para ahli selalu mewaspadai akan adanya korelasi kuat antara mendengkur dengan berbagai jenis penyakit pembuluh darah (kardiovaskuler) seperti jantung atau stroke.Riset yang dilakukan para ahli Hongaria ini memberi bukti yang memperkuat dugaan ini. Dalam risetnya, para ahli mewawancarai sekitar 12 ribu orang pasien untuk mengumpulkan data seputar kebiasaan mendengkur.
Setelah dianalisa, terungkap bahwa ´pendengkur berat´ memiliki kecenderungan 34 persen lebih besar mengalami serangan jantung dan 67 persen risiko lebih besar mengalami stroke.Peneliti mengatakan, kasus mendengkur dengan suara keras disertai nafas yang terhenti dapat digunakan untuk mengidentikasi risiko seseorang akan penyakit jantung dan stroke. Data menunjukkan bahwa pasien yang dengkurannya tidak nyaring justru tidak mengalami peningkatan risiko.
Kabar baiknya lagi, khususnya bagi pria, kecenderungan untuk mendengkur juga menurun setelah mereka melewati usia 70 tahun.

Sepuluh Langkah Cegah Stroke

JAKARTA, KAMIS - Siapapun mungkin setuju bahwa stroke adalah pembunuh yang dapat mengintai Anda di saat lengah. Di Indonesia stroke merupakan pembunuh utama di IGD Rumah Sakit (first killer).

Jumlah penderita stroke terus meningkat setiap tahunnya, bukan hanya menyerang mereka yang berusia tua, tetapi juga orang-orang muda pada usia produktif. Stroke adalah serangan otak yang timbulnya mendadak akibat tersumbat atau pecahnya pembuluh darah otak. Stroke merupakan satu masalah kesehatan paling serius dalam kehidupan modern saat ini.

Di Indonesia, diperkirakan setiap tahun terjadi 500.000 penduduk terkena serangan stroke, sekitar 2,5 % atau 125.000 orang meninggal, dan sisanya cacat ringan maupun berat.Data penelitian mengenai pengobatan stroke hingga kini masih belum memuaskan walaupun telah banyak yang dicapai, hasil akhir pengobatan kalau tidak meninggal hampir selalu meninggalkan kecacatan. Agaknya pengobatan awal/dini serta pencegahan sangat bermanfaat, akan tetapi harus disertai dengan pengenalan dan pemahaman stroke pada semua lapisan dan komunitas dalam masyarakat.

Tanda-tanda munculnya serangan strokePada tingkat awal, masyarakat, keluarga dan setiap orang harus memperoleh informasi yang jelas dan meyakinkan bahwa stroke adalah serangan otak yang secara sederhana mempunyai lima tanda-tanda utama yang harus dimengerti dan sangat difahami. Hal ini penting agar semua orang mempunyai kewaspadaan yang tinggi terhadap bahaya serangan stroke.

Tanda-tanda serangan stroke :

@ Rasa bebal atau mati mendadak atau kehilangan rasa dan lemas pada muka, tangan atau kaki, terutama pada satu bagian tubuh saja@ Rasa bingung yang mendadak, sulit bicara atau sulit mengerti

@ Satu mata atau kedua matamendadak kabur

@ Mendadak sukar berjalan, terhuyung dan kehilangan keseimbangan

@ mendadak merasa pusing dan sakit kepala tanpa diketahui sebab musababnya/Selain itu harus dijelaskan pula kemungkinan munculnya tanda-tanda ikutan lain yang bisa timbul dan atau harus diwaspadai, yaitu;

@ Rasa mual, panas dan sangat sering muntah-muntah

@ Rasa pingsan mendadak, atau merasa hilang kesadaran secara mendadak Adapun, untuk menghindari stroke seseorang bisa melakukan tindakan pencegahan termasuk membiasakan diri menjalani gaya hidup sehat.

Berikut adalah 10 langkah yang dapat Anda lakukan guna menghindarkan diri dari serangan stroke.

1. Hindari dan hentikan kebiasaan merokok.
Kebiasaan ini dapat menyebabkan atherosclerosis (pengerasan dinding pembuluh darah) dan membuat darah Anda menjadi mudah menggumpal.

2. Periksakan tensi darah secara rutin.
Tekanan darah yang tinggi bisa membuat pembuluh darah Anda mengalami tekanan ekstra. Walaupun tidak menunjukkan gejala, ceklah tensi darah secara teratur.

3. Kendalikan penyakit jantung.
Kalau Anda memiliki gejala atau gangguan jantung seperti detak yang tidak teratur atau kadar kolesterol tinggi, berhati-hatilah karena hal itu akan meningkatkan risiko terjadinya stroke. Mintalah saran dokter untuk langkah terbaik.

4. Atasi dan kendalikan stres dan depresi.
Stres dan depresi dapat menggangu bahkan menimbulkan korban fisik. Jika tidak teratasi, dua hal ini pun dapat menimbulkan problem jangka panjang.

5. Makanlah dengan sehat.
Anda mungkin sudah mendengarnya ribuan kali, namun penting artinya bila Anda disiplin memakan sedikitnya lima porsi buah dan sayuran setiap hari. Hindari makan daging merah terlalu banyak karena lemak jenuhnya bisa membuat pembuluh darah mengeras. Konsumsi makanan berserat dapat mengendalikan lemak dalam darah.

6. Kurangi garam.
Karena garam akan mengikatkan tekanan darah.

7. Pantau berat badan Anda.
Memiliki badan gemuk atau obes akan meningkatkan risiko Anda mengalami tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan diabetes, dan semuanya dapat memicu terjadinya stroke.

8. Berolahraga dan aktif.
Melakukan aktivitas fisik secara teratur membantu Anda menurunkan tensi darah dan menciptakan keseimbangan lemak yang sehat dalam darah.

9. Kurangi alkohol.
Meminum alkohol dapat menaikkan tensi darah, oleh karena itu menguranginya berarti menghindarkan Anda dari tekanan darah tinggi.

10. Up date pengetahuan Anda.
Dengan mengikuti perkembangan informasi tentang kesehatan, banyak hal penting yang diperoleh guna menghindari kemungkinan atau menekan risiko stroke. Berhati-hatilah, beragam hormon termasuk pil dan terapi penggantian hormon HRT diduga dapat membuat darah menjadi kental dan cendrung mudah menggumpal.

5 Gaya Hidup Hindari Stroke

STROKE adalah salah satu penyakit yang mengintai dan bisa membunuh seseorang kapan saja. Di Indonesia misalnya, diperkirakan setiap tahunnya ada sekitar 500 ribu penduduk terkena serangan stroke dan masih merupakan pembunuh utama (first killer) di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit

Stroke adalah serangan otak yang timbulnya mendadak akibat tersumbat atau pecahnya pembuluh darah otak. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh beragam faktor mulai dari yang sifatnya bisa dikendalikan hingga yang sifatnya tidak dapat dikendalikan.Untuk mencegah terjadinya stroke, para ahli melalui hasil riset terbarunya merekomendasikan lima kebiasaan atau gaya hidup sehat yang harus dijalani secara disiplin. Dengan menerapkan lima gaya hidup ini, risiko Anda mengalami stroke dapat menurun drastis hingga 80 persen.

Rekomendasi yang diberikan ini adalah hasil dari suatu riset kesehatan yang dilakukan ilmuwan Harvard School of Public Health terhadap 43.685 pria dan 71.243 wanita. Rata-rata usia partisipan pada saat riset dimulai yakni 54 tahun pada pria dan 50 tahun pada wanita. Ketika riset ini berjalan, tak seorangpun partisipan yang mengalami penyakit kardiovaskular atau pun kanker.

Setiap partisipan selalu didata mengenai kebiasaan atau gaya hidup serta kondisi medisnya sejak 1986 hingga 2002. Selama penelitian bergulit, tercatat 1.559 kasus stroke terjadi pada wanita dan 994 stroke terjadi pada pria.Dari hasil riset yang dimuat jurnal Circulation ini, para peneliti mendefinisikan 5 kebiasaan yang menekan risiko stroke sebagai berikut:

1. Tidak merokok.

2. Memelihara bobot badan ideal. Ini berarti bahwa body mass index (BMI)-nya kurang dari 25. Angka BMI yang berkisar antara 25 hingga 29,9 dipertimbangkan dalam kategori normal, sedangkan lebih dari 30 dipertimbangkan sebagai obesitas atau kegemukan.

3. Lakukan olahraga atau gerakan fisik selama minimal setengah jam selama setiap hari .

4. Disipilin dalam menjalani diet menu seimbang termasuk di antaranya menghindari lemak jahat dan rajin mengonsumsi buah dan sayuran, daging rendah lemak seperti ayam dan ikan, serat, kacang dan polong-polongan.

5. Batasi atau hentikan konsumsi alkohol. Dari riset terungkap, para wanita yang disiplin menjalani lima gaya hidup di atas memiliki risiko 79 persen lebih rendah mengidap semua jenis stroke dan 81 persen lebih rendah risikonya mengalami risiko stroke iskemik ketimbang wanita yang tidak menjalani gaya hidup sehat.

Sementara pria yang melewati kesehariannya dengan lima panduan gaya hidup tersebut mencatat 69 persen risiko lebih rendah dari semua jenis stroke dan 80 persen risiko lebih rendah mengidap stroke iskemik, dibandingkan pria yang tak menjalani lima pola gaya hidup sehat tersebut."Lebih dari 50 persen kasus stroke iskemik dapat dicegah melalui kedisiplinan pada gaya hidup yang sehat.

Sedangkan untuk kasus stroke secara keseluruhan, 47 kasusnya pada wanita dan 35 persen kasus pada pria dapat dicegah," ujar Stephanie E. Chiuve, ScD, peneliti dari Harvard School of Public Health."Penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menjalani gaya hidup yang sehat, yang berkaitan dengan 80 persen risiko yang lebih rendah dengan kasus jantung koroner dan 90 persen risiko lebih rendah mengidap diabetes, juga dapat mencegah lebih dari 50 persen kasus stroke iskemik," tandas Chiuve.

Cewek Perokok Gampang Stroke

BILA Anda seorang wanita muda perokok, bersiaplah menghadapi suatu ancaman kesehatan yang mengerikan. Anda akan dibayangi risiko kematian akibat stroke yang berlipat ganda.Seperti dilaporkan journal Stroke yang diterbitkan American Heart Association, perempuan muda pecandu rokok berisiko lebih dari dua kali lipat mengalami stroke dibandingkan mereka yang tidak merokok.

Bahkan pada wanita yang termasuk kategori pecandu berat, risiko stroke melonjak lebih tinggi yakni hingga mencapai sembilan kali lipat.Para peneliti dari University of Maryland School of Medicine mengungkapkan indikasi tersebut setelah melakukan riset mengenai risiko stroke di antara wanita perokok berusia 15 hingga 49 tahun.

Hasil riset menunjukkan wanita perokok memiliki kecendenrungan 2,6 kali lipat mengalami stroke dibandingkan non-perokok. Menurut pimpinan riset, Dr. John Cole, wanita dengan konsumsi rokok paling banyak menghadapi ancaman risiko paling tinggi mengalami serangan yang dapat menimbulkan kelumpuhan dan kematian ini.

Sebagai contoh, wanita yang menghabiskan rata-rata 21 hingga 39 batang rokok setiap hari tercatat memiliki risiko stroke 4,3 kali lebih tinggi ketimbang non-perokok. Sedangkan mereka yang menghisap sekitar 40 batang atau sekitar dua bungkus per hari, risiko mengalami stroke bisa mencapai 9,1 kali lipat ketimbang non-perokok.

Cole menegaskan hasil riset ini merupakan bukti nyata lainnya bahwa rokok dapat memicu risiko terjadinya stroke yang juga dikenal sebagai silent killer. Namun ia tidak menjelaskan bagaimana risiko stroke dapat dipengaruhi jumlah batang rokok yang dihisap seseorang.Stroke biasanya menyerang pada kelompok usia yang lebih dua ketimbang populasi penelitian ini tetapi riset ini menunjukkan bahwa pada kalangan remaja atau wanita muda pun risiko stroke meningkat sangat tajam.

Dalam riset ini, para ahli menganalisis catatan kesehatan dari 466 wanita yang mengalami serangan stroke dan 604 wanita lainnya yang belum mengalami stroke pada kelompok usia, ras dan etnis yang sama. Menurut data penelitian, sekitar seperempat wanita di AS usia 18 hingga 24 tahun adalah perokok aktif, dan Cole berencana akan mengembangkan riset sama dengan memfokuskan risiko stroke pada pria kelompok usia muda.

Malas Gosok Gigi, Awas Stroke dan Sakit Jantung!

INGIN terhindar dari stroke dan serangan jantung? Cobalah nasehat sederhana yang satu ini : Jagalah selalu kesehatan mulut dan gigi dengan cara menggosok gigi secara benar dan teratur!
Ya, selama ini mungkin kita menggosok gigi hanya untuk menjaga kebersihan dan kesegaran mulut, mencegah gigi berlubang atau pun masalah gusi. Tetapi berdasarkan hasil penelitian seorang ilmuwan Inggris, membersikan mulut dan gigi dapat menghindarkan Anda dari penyakit jantung dan serangan stroke.
"Kami sekarang mengetahui bahwa infeksi bakteri adalah salah satu faktor risiko independen bagi penyakit jantung. Dengan kata lain, tanpa mempedulikan seberapa fit, langsing atau sehat badan Anda, peluang untuk mengidap pemyakit jantung akan meningkat jika gigi anda buruk," ungkap Profesor Howard Jenkins dari University of Bristol Inggris dalam pertemuan Society for General Microbiology di Dublin.
Dalam hasil risetnya, Jenkins mengemukakan sedikitnya terdapat 700 jenis bakteri dalam mulut manusia. Apabila gigi tidak dibersihkan secara teratur dan benar, maka bakteri ini akan berkembang cepat dalam mulut.
Kebanyakan dari bakteri ini, kata Jenkins memang tidak berbahaya dan bahkan penting bagi kesehatan. Namun ada beberapa di antaranya yang dapat memicu proses biologis dan menimbulkan penyakit pada pembuluh darah yang berujung pada serangan jantung dan stroke."Mulut kita mungkin adalah tempat terkotor dalam tubuh.
Jika Anda memiliki pembuluh darah yang terbuka akibat gusi berdarah, bakter ini akan mendapatkan jalan masuk menuju peredaran darah," imbuh Steve Kerrigan dari Royal College of Surgeons di Dublin.

Ketika masuk ke dalam darah, jenis-jenis bakteri tertentu akan menempel pada sel-sel darah yang dinamakan platelet, dan menyebabkan sel-sel ini menggumpal dalam pembuluh sehingga menyumbat dan mengganggu alirah darah ke jantung.
"(Melaui riset) kami berhasil menirukan tekanan di dalam pembuluh darah dan jantung serta mendemonstrasikan bahwa bakteri menggunakan mekanisme berbeda untuk menyebabkan platelet ini menyatu bersama dan membuat mereka benar-benar menyelimuti bakteri," ungkap Jenkins.

Proses ini, kata Jenknis, tidak hanya akan menimbulkan suatu kondisi yang dapat memicu serangan jantung dan stroke, namun juga dapat memberikan proteksi bagi bakteri terhadap sistem kekebalan tubuh dan antibiotik.

Alteplase Atasi Stroke Bahkan Setelah Tiga Jam

RISET terbaru mengindikasikan penggunaan Alteplase masih memberikan manfaat yang signifikan dalam mengatasi stroke iskemik akut bahkan setelah batas waktu tiga jam yang disyaratkan
Dengan penemuan ini, diharapkan akan semakin banyak pasien stroke yang dapat menjalani terapi menggunakan obat penghancur gumpalan darah tersebut. Tim peneliti dari Jerman mengungkapkan hasil temuannya pada Kongres Stroke Dunia ke-6 di Wina pekan ini bahwa terapi menggunakan obat trombolitik Alteplase masih memberikan manfaat bahkan setelah empat setengah jam pascaserangan stroke.
Setiap tahun, tercatat sekitar 20 juta orang menderita stroke dan sebagian besar diakibatkan penggumpalan darah. Werner Hacke, ahli syaraf pada Universitas Heidelberg, menyatakan hasil riset yang dilakukan timnya mengindikasikan bahwa Alteplase dapat digunakan untuk mengencerkan darah dalam waktu lebih lama parcaserangan ketimbang yang diketahui sebelumnya.Hacke menegaskan, hingga saat ini terdapat konsensus bahwa pasien harus menerima obat ini dalam waktu tiga jam pascastroke.
Menurutnya, hanya 25 persen dari pasien yang dilarikan ke rumah sakit dalam tempo tiga jam setelah serangan. Oleh karena itu, hanya empat persen dari pasien di Amerika Serikat dan Eropa yang mendapat perawatan dengan obat pemecah gumpalan darah ini. Dengan memecah penggumpalan darah, pasien akan terhindar dari kerusakan otak yang fatal selain juga memulihkan aliran darah.
Hasil riset yang dimuat New England Journal of Medicine ini diyakini akan membuka harapan semakin bertambahnya jumlah pengidap stroke yang mendapat terapi ini. "Namun demikian, pemberian Alteplase dalam waktu 90 menit setelah serangan stroke "dua kali lebih berhasil guna daripada setelah tiga jam," kata Hacke.