Tampilkan postingan dengan label Mengkudu Berkhasiat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mengkudu Berkhasiat. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Oktober 2008

Mengkudu Si Buah Penyembuh

Anda tentu sudah mengenal buah mengkudu. Khasiat buah ini tidak hanya dikenal oleh masyarakat kita, tapi juga oleh masyarakat Tahiti. Mereka, menyebutnya sebagai buah noni, sudah memanfaatkan khasiat mengkudu untuk kesehatan dan kecantikan.

Menurut Prof Dr Sumali Wiryowidagdo, ketua pusat studi obat bahan alam Fakultas MIPA Universitas Indonesia, noni yang terkenal kualitasnya berasal dari kepuluauan Tahiti Nui (Perancis Selatan) yang dikenal dengan Tahitian Noni.

Ia juga menyebutkan, manfaat noni bisa mematikan mikroba, melancarkan buang air besar, melancarkan keluarnya air seni, meningkatkan daya tahan tubuh, mengatasi radang dan alergi, dan menumpas sel kanker. Penelitian Dr Neil Salomon tahun 2000 menunjukkan, Noni terbukti dapat menolong pasien yang terkena penyakit kanker (67 persen), sakit jantung (80 persen), stroke (58 persen), kegemukan (72 persen), dan penyakit lainnya.

Penelitian lain menunjukan kandungan antioksidan dalam jus daun dan jus buah Tahitian Noni dapat memperlambat radikal bebas yang memengaruhi penuaan kulit.

Mengkudu yang Berkhasiat

WALAUPUN rupanya tidak seksi dan memiliki bau yang menyengat, namun buah mengkudu atau pace (morinda citrifolia) memiliki khasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit, seperti asam urat, reumatik, darah tinggi, diabetes, ginjal, kanker, alergi, asma, dan lainnya. Hal ini disebabkan tanaman yang tumbuh subur di negara tropis memiliki kandungan vitamin, kalsium, kalium, protein, antioksidan, dan lainnya.

"Mengkudu adalah buah asli Indonesia. Kita harus dapat menggali dan memanfaatkan sumber kekayaan alam kita," tutur Philipus Soekirno kepada Kompas.com, Minggu (21/9) di Jakarta. Philipus adalah penggiat Mengkudu, yang juga pemilik sari jus mengkudu bermerk Morinda.

Menurut Philipus, Mengkudu memiliki kemampuan untuk merontokkan dan membersihkan sel-sel mati yang ada di dalam jaringan tubuh kita, termasuk yang berada di dalam saluran pembuluh darah. Selain itu, buah ini juga dapat menjaga dan memelihara sel-sel yang masih hidup, serta menumbuhkembangkan sel-sel baru sebagai pengganti sel-sel yang telah mati.

Philipus mengatakan, awalnya ia menyadari khasiat buah ini ketika ia jatuh sakit pada tahun 1998. Pada saat itu, ia menderita gagal ginjal dan jantung koroner. Ia mengaku diberitahu seseorang untuk mengkonsumsi buah tersebut. Setelah beberapa waktu mengkonsumsi, ia dapat kembali sembuh. Sampai saat ini saya menjadi jarang sakit karena mengkonsumsi mengkudu secara rutin. Begitu juga dengan anak dan istri saya, tutur Ketua Umum Asosiasi Pedagang dan Pemakai Bahan Berbahaya atau Aspembaya ini.

Dari sinilah ia mulai meneliti lebih dalam mengenai khasiat buah tersebut dengan berbekal ilmu kimia yang ia pelajari sewaktu kuliah. Setelah berhasil, ia kerap membantu orang yang sakit dengan memberikan ramuan buah mengkudu. "Tuhan telah memberi saya bonus hidup. Maka itu saya bertekad untuk membantu sesama," tutur Philipus.

Menurutnya, cara mengkonsumsi buah ini gampang-gampang susah. Jika tidak diolah dengan benar, maka bukan manfaat yang dirasa, namun mudarat yang harus ditanggung. Khasiat mengkudu terutama berada di kulitnya. Namun, di kulit tersebut juga terdapat jamur-jamur yang berbahaya bagi tubuh. "Mengkudu ini memang buah yang membutuhkan perlakuan yang sangat rigid. Proses pembuatannya harus steril," tuturnya.

Mengingat prosesnya yang sulit, sejak Juli 2008, Philipus menjual sari jus mengkudu. Ia mengatakan, produk yang ia jual tidak mengandung bahan pengawet, pemanis buatan, ataupun bahan-bahan kimia lainnya. Philipus hanya menganjurkan pasien untuk mencampurkan jus mengkudunya dengan madu dan cuka apel. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan bau menyengat dan memberi rasa manis.
buah mengkudu dapat menghancurkan jamur Kandidosis yang menyebabkan keputihan pada wanita. "Saya perlu meneliti hal ini lebih lanjut," tuturnya