Sabtu, 22 November 2008

Alergi Tak Bisa sembuh sendiri

Risiko terkena alergi lebih tinggi hingga 50 persen bila kedua orang tua mengidap Alergi , siapa yang tak mengenal kata itu.



Kata ini boleh dibilang akarab di telinga kita di kehidupan kita sehari-hari. Terlebih bagi kristin, ibu dari tiga orang anak yang berkerja di instansi pemerintah di Jkaarta Pusat. Saat pagi datang bersinpun menghampirinya. Belum jika pembantu menyapu di sekitarnya.



Mendadak sontak iapun berbangkis tak henti-henti ”Meler sih Nggak, ya, cuma bersin-bersin aja. Ribet kalau lagi gendong si kecil keluhnya.



Hal yang sama dialami oleh lina, 26 tahun, karyawati di perusahaan media di Jakarta. “Gue alergi debu dan juga punya asma. Makanya setiap minggu seprei kudu diganti, kalau nggak, bisa bengek gue,”ucapnya. Bagi kristin dan lina, alergi yang dialami mereka sejak usia belia bukanlah hal yang serius dan mengkhawatirkan . “ngapain ke DOKTER? Paling obatnya itu-itu saja.



Didiamin saja ntar juga hilang” begitu pengakuan keduanya.Kesadaran masyarakat indonesia terhadap alergi memang masih rendah. Tak jarang mereka menganggap alergi merupakan penyakit biasa yang bis sembuh sendiri tanpa di OBATI. Padahal, jika tidak diobati secara intensif dan tepay, alergi dapat menjadi ancaman bagi kehidupan seseorang mengingat orang menderita alergi lebih sensitif dan emosi mudah terpengaruh.



Hal itu diungkapkan oleh Dr Iris Rengganis, SpPD, KAIdalam Perbincangan yang bertema “ Jangan Abaikan Alergi “ di Hotel Le Meredien Jakarta, ahli dari divisi alergi dan imonologi klinik Departement ilmu penyakit dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/Rumah sakit Cipto mangkukusumo, Jakarta. Ini mengungkapkan penanganan yang tidak terpat pada alergi dapat menyebabkan timbulnya penyakit lain yang lebih berbahaya.



Alergi merupakan reaksi menyimpang dari tubuh yang berkaitan dengan peningkatan kadar imonoglobulin E, yang merupakan suatu mekanisme sistem imun. Zat yang menimbulkan reaksi alergi dinamakan alergen. Menurut dokter teladan Jakarta Selatan a988 ini, masuk ketubuh melalui berbagai saluran yang ada dalam tubuh. Misalnya saluran napas (inhanlan), saluran cerna (ingestan), suntikan (injektan), atau menempel pada kulit (kontaktan).



“Alergi muncul dipengaruhi oleh dua faktor yaitu genetik dan lingkungan sebagai faktor Eksternal tubuh” Gejala alergi yang kerab kita jumpai, yakni bersin-bersin dipagi hari, yang sering disebut rinitis, gatal-gatal di kulit (urtikaria); asma; mata bengkak; dan berair, serta gatal-gatal telinga bagian dalam.



Iris menyatakan alergi bukanlah penyakit menular melainkan penyakit turunan. Dari data yang ada menyebutkan persentase seseorang terkena alergi lebih tinggi hingga 50 persen bila kedua orang tuanya mengidap alergi sementara itu, bagi pasien yang salah satu orang tuanya mengidap alergi, peluangnya sekitar 30 persen. “Sementara yang bukan karena genetik mencapai 10-15 persen” ia menambahkan.



Menderita akibat alergi juga dialami oleh model dan presenter cantik Arzeti Bilbina Setyawn. Ibu tiga anak ini mengaku alergi terhadap makanan laut dan minuman berackohol. Dalam sebuah perjalanan untuk peragaan busana. Ke Eropa ia sempat dibikin repot oleh alergi yang dideritanya . “waktu dipesawat aku ditawari winw. Dengan cuek aku minum aja eh bangun-bangun badan bengkak-bengkak tutur perempuan yang biasa di sapa Zeti ini.



Namun pengalaman yang menyedihkan buat Zeti ketika ia harus menelan air liur karena alergi terhadap makanan laut. Beruntung ia memiliki jurus jitu sehingga masih bisa mencicipi kelezatan udang dan kepiting “aku selalu minum Incidal sebelum makan Seafood. Dan ternyata badanku baik-baik saja” ujarnya.



Dalam pengobatan untuk alaergi, Iris menyebutkan perlu penanganan yang tepat. Yang paling mudah dengan antishistamin, yang merupakan pengobatan farmakoterapi. Jika tidak kunjung sembuh, pengobatan yang lebih intensif sebaiknya dilakukan pasien dengan petunuk dokter “ada dua tes untuk melihat alergi tes tusuk kulit dengan 24 tusukan atau dengan tes darah yang bertujuan untuk melihat imunoglobulin E-nya ucapnya.



Namun, ia menambahkan untuk tes tusuk kulit tidak dapat dilakukan oleh pasien yang memiliki alergi tekanan. Maka tes dengan darah sangat dianjurkan memang lebih mahal, tapi paling aman ujar iris. Untuk pengobatan Farmakologi ia menganjurkan agar paien tidak mengkonsumsi obat steroid. Sebab obat yang mengandung steroid atau yang mengandung hormon memiliki efek samping yang berbahaya.



Salah satu cara ampuh agar anak-anak bisa terhindar dari alergi dengan membiasakan mereka hidup dilingkungan yang tidak terlalu steril. Sehingga daya tahan tubuh anak akan lebih kebal karena imun telah terbentuk lebih bagus, jadi jangan biarkan lingkungan menjadi lingkungan alergi sejak kecil.



Untuk mengurangi gejala alergi dibutuhkan tambahan suplemen yang dapat memperbaiki fungsi jalur pernafasan dengan mengkonsumsi calcium 1 dan cordiceps. Calcium di konsumsi 1 sashet 1X hari sekali dengan cara dibagi dua sesudah makan dan konsumsi cordiceps micellium 1x3 setiap hari dan ini dikonsumsi setelah makan penyembuhan dapat bertahap dikarenakan sistem pernafasan diperbaikisampai ke paru paru pasien ini sangat membantu sekali untuk lebih jelas bisa menhubungi eddy wibowo telp +628151403215 indosat atau 021 71469047

Jumat, 14 November 2008

Atasi Kanker, Stroke dan Penuaan Dini dengan Ganggang (Sp dengairullina)

PERNAH dengar ganggang cryptomonadales? Itu adalah ganggang hasil pengembangan dua jenis ganggang unggul. Ganggang ini mengandung banyak zat berharga yang bisa mengatasi, mencegah dan juga menyembuhkan banyak penyakit. Atau juga ganggang cokelat dari Pasifik Selatan? Ganggang ini pun bisa membabat dan mencegah sejumlah penyakit, baik yang mematikan maupun tidak.

Cryptomonadales adalah ganggang (algae) berbentuk elips yang merupakan produk baru hasil penelitian dan pengembangan dari dua jenis ganggang unggul, yakni chlorella dan spirulina. "Cryptomonadales tumbuh sangat cepat, bibit yang stabil, dengan membran sel yang tipis, dan mengandung Cryptomonadales Growth Factor (CGF) yang tinggi, vitamin, dan elemen-elemen langka lainnya," jelas dr Inayah Budiasti dari Hang Lekiu Medical Center, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Cryptomonadales ini memerlukan energi solar untuk proses fotosintesis. Artinya, ia hanya memerlukan udara, air, dan matahari. Perkembangan ganggang ini sangat cepat. Dalam waktu 24 jam, satu sel ganggang ini bisa berkembang menjadi empat sel. "Perkembangannya cepat sekali dibandingkan dengan buah atau sayuran yang butuh empat hingga enam bulan untuk panen. Dengan populasi penduduk di dunia yang terus bertambah, ini bakal membantu karena produksinya cepat," katanya

Regenerasi Sel

setelah melalui serangkaian penelitian yang diketuai Prof Ih-Jen Su, PhD, lulusan Harvard Medical School, USA, Dr Chun Chian Yu dari Departemen Bioteknologi Cheng Kung University, Taiwan, akhirnya ditemukan bahwa tablet, bubuk dan ekstrak cairan ganggang yang hidup di air tawar ini sangat cepat diserap oleh tubuh.

Salah satu khasiat ganggang ini adalah mengatasi penyakit degeneratif (penuaan dini), baik kronis maupun tidak. Penyakit ini bisa diminimalisir dengan cryptomonadales. Ganggang ini memiliki kandungan nutrisi lengkap untuk membantu meregenerasi sel-sel yang telah rusak.

Atasi Stroke dan Kanker

Selain meregenerasi sel-sel kulit yang telah rusak, cryptomonadales yang kaya akan protein, phycocianin, klorofil, RNA, DNA, multivitamin dan mineral ini pun punya banyak khasiat. Beberapa khasiat yang bisa disebut, antara lain, sebagai antivirus, antioksidan, antikanker, antiradang, penghambat infeksi entovirus, pengendali metabolisme lemak, homeostatis-glucosa, detoksifikasi, antiinflamasi, antikeropos tulang, immunoregulator dan deferensiasi sel kanker.

Stroke, yang sering disebut dengan the silent killer, pun bisa diatasi dengan ganggang ini. Seperti yang sudah diketahui, stroke adalah suatu kondisi pecahnya pembuluh darah di otak dengan kematian jaringan otak karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Usia merupakan faktor risiko stroke. Semakin tua, semakin tinggi kemungkinan orang terserang stroke.

Tapi itu tak lantas berarti bahwa stroke hanya menyerang orangtua. Kaum usia produktif juga terserang penyakit ini. Orang yang senang makan makanan berlemak dan mengonsumsi Narkoba mudah terserang penyakit mematikan ini. Dan ada banyak cara yang ditempuh untuk mengatasi atau menyembuhkan penyakit ini. Salah satunya adalah mengonsumsi ganggang. Ganggang ini bisa mempercepat penyembuhan gangguan kesehatan seperti stroke, liver, paru-paru, jantung, pankreas, lambung dan usus, ginjal, organ reproduksi dan prostate.

Sekarang sudah ada suplemen yang bisa dengan mudah dikonsumsi. Nutrilife Brown Seaweed. Suplemen ini berisi ekstrak kering ganggang laut cokelat yang berasal dari dasar laut Tonga, Pasifik Selatan. Kandungan yang terdapat di dalam Nutrilife Brown Seaweed adalah ficoidan (untuk mempercepat pemulihan fungsi motorik), iodine organic (meningkatkan metabolisme tubuh, mengoptimalkan fungsi tiroid dan menigkatkan pertumbuhan sistem saraf), alginate (mengurangi kadar lemak triglierida dan kolesterol dalam darah dan mengikat logam berat seperti lead, merkuri, aluminium), laminarin (hancurkan penggumpalan darah) dan mineral.

Sering Konsumsi Suplemen Kimia Bisa Sebabkan Batu Ginjal

TIDAK salah jika Anda mengonsumsi suplemen kimia atau juga makanan dan minuman yang mengandung Vitamin C dosis tinggi. Tidak salah karena makanan itu berguna untuk tubuh. Masalahnya, jika terlalu sering, Anda bisa terserang penyakit batu ginjal. Penyakit yang satu ini bisa membuat aktivitas dan kualitas hidup Anda menurun

Ginjal berfungsi sebagai filter untuk membersihkan darah/cairan lainnya agar bahan-bahan kimia yang terkandung dalam darah atau cairan tubuh tidak beredar ke seluruh tubuh. Kotoran yang tersaring akan dikeluarkan melalui ginjal bersama air seni. Namun, karena tak semua kotoran terbawa oleh urin, sisa kotoran itu akan mengendap. Jika endapan itu tidak dikeluarkan, endapan itu akan menetap di ginjal atau berpindah ke kandung kemih. Endapan tersebut bisa menghasilkan kristal. Kristal tersebut akan menghambat saluran kemih (kalkulus uriner), pendarahan, penyumbatan aliran kemih dan bahkan infeksi.

Terbentuknya batu bisa terjadi karena air kemih jenuh dengan garam-garam yang dapat membentuk batu atau karena air kemih kekurangan penghambat pembentukan batu yang normal. Sekitar 80 persen batu terdiri dari kalsium. Sisanya mengandung berbagai bahan, termasuk asam urat, sistin dan mineral struvit.

Faktor Penyebab

Faktor utama timbulnya penyakit batu ginjal adalah pola hidup yang tidak sehat. "Pada masa remaja kita terkadang memaksimalkan pertumbuhan, minuman untuk kesehatan tulang atau bahkan minuman bervitamin C tinggi agar bisa tetap fit. Padahal jika dilakukan terlalu sering akan mengakibatkan infeksi pada ginjal dan mengakibatkan batu," terang dr Maftahul Alam dari RS Mitra Keluarga, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Yang rentan terkena penyakit ini adalah remaja hingga orang dewasa (usia 20-45 tahun).

Selain makanan atau minuman suplemen, faktor penyebab yang lain adalah makanan yang bisa menyebabkan asam urat, sebut saja jeroan sapi, kambing, dan lain sebagainya. Makanan ini banyak mengandung enzim yang bisa menimbulkan endapan pada ginjal. Faktor lain adalah diet ketat. Pada umumnya orang menjalankan diet ketat supaya langsing. Masalahnya, diet ketat seperti itu bisa menimbulkan kristal pada ginjal. Kurang minum dan menahan kencing juga bisa menjadi pemicu batu ginjal

Gejala

Gejala batu ginjal, antara lain pinggang terasa nyeri dan pegal-pegal. Kadang-kadang penyakit ini tidak menimbulkan keluhan. Rasa sakit akan timbul bila batu merusak jaringan atau terbawa ke saluran kemih hingga menyumbatnya. Batu pada ginjal, terutama yang kecil, bisa tidak menimbulkan gejala. Rasa sakit yang ditimbulkan oleh batu ginjal terasa berbeda tergantung letak batu tersebut. Jika batu masih menyumbat ureter, pelvis renalis, maupun tubulus renalis bisa menyebabkan nyeri punggung atau kolik renalis (nyeri kolik yang hebat). Namun, gejala pada umumnya adalah mual dan muntah, perut menggelembung, demam, menggigil, dan darah di dalam air kemih. Penderita mungkin menjadi sering berkemih, terutama ketika batu melewati ureter.

Menurut dr Alam, kolik renalis ditandai dengan nyeri hebat yang hilang-timbul di daerah antara tulang rusuk dan tulang pinggang yang menjalar ke perut, daerah kemaluan, dan paha sebelah dalam. Batu bisa menyebabkan infeksi saluran kemih. Jika batu menyumbat aliran kemih, bakteri akan terperangkap di dalam air kemih sehingga terjadi enfeksi. Batu struvit (campuran dari magnesium, amonium dan fosfat) juga disebut "batu infeksi" karena batu ini hanya terbentuk di dalam air kemih yang terinfeksi.

Batu yang masih kecil dan hanya berada di saluran kemih biasanya tidak terlalu berbahaya. Akan berbahaya jika batu tersebut membesar dan menyumbat saluran kencing. Bila batu ini agak besar dan menyumbat, sumbatan tersebut dapat menahan air seni. Jika tidak segera diobati, bisa terjadi pembengkakan pada ginjal yang akan menimbulkan rasa sakit yang amat sangat. Bila sampai parah, penderita bisa muntah-muntah.

Ukuran batu bervariasi, mulai dari yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang sampai yang sebesar 2,5 cm atau lebih. Batu yang besar disebut "kalkulus staghorn". Batu ini bisa mengisi hampir keseluruhan pelvis renalis dan kalises renalis. Jika penyumbatan ini berlangsung lama, air kemih akan mengalir balik ke saluran di dalam ginjal. Jika demikian, terjadi penekanan yang akan menggelembungkan ginjal (hidronefrosis) dan selanjutnya bisa merusak ginjal.

Pengobatan Dulu, operasi merupakan jalan satu-satunya untuk menghilangkan batu. Minum banyak air dan obat, baik tradisional maupun medis, tak cukup. Operasi masih merupakan jalan terbaik untuk mengeluarkan batu penyumbat ginjal. Tapi sekarang berbeda. Operasi hanya dilakukan jika batu memang memenuhi dinding ginjal dan tidak bisa ditempuh dengan cara lain.

Pada saat ini, pengobatan tergantung pada letak batu yang mengganjal. Batu kecil yang tidak menyebabkan gejala, menyumbatan atau infeksi, biasanya tidak perlu diobati. Hanya dengan meminum banyak cairan untuk meningkatkan pembentukan air kemih. Jika batu telah terbuang, tidak perlu pengobatan lagi. Kolik renalis atau bagian ureter paling atas yang berukuran 1 cm atau kurang seringkali bisa dipecahkan dengan gelombang ultrasonik (extracorporeal shock wave lithotripsy, ESWL).

ESWL adalah terapi penghancuran batu (ginjal) dengan gelombang kejut (shock wave) yang ditransmisi dari luar tubuh. Ribuan gelombang kejut ditembakkan ke batu ginjal sampai hancur. Pecahan batu selanjutnya akan dibuang dalam air kemih. ESWL adalah sebuah terapi yang tidak memerlukan pembedahan atau memasukkan alat ke dalam tubuh pasien. Sementara batu kecil di dalam ureter bagian bawah bisa diangkat dengan endoskopi yang dimasukkan melalui uretra ke dalam kandung kemih.

Kulit Putih Rentan Kanker Kulit

KULIT merupakan bagian tubuh paling luar. Sengatan sinar matahari, pasti yang akan merasakan adalah tubuh kita di bagian kulit terlebih dahulu.

Bukan merupakan suatu hal yang aneh lagi jika suatu saat, kulit kita bisa terkena kanker kulit. Kanker kulit ialah tumor ganas yang terletak di kulit. Penyakit ini ditandai dengan pertumbuhan sel-sel kulit yang tidak terkendali, dapat merusak jaringan di sekitarnya, dan mampu menyebar ke bagian tubuh yang lain.

Dokter spesialis kulit dari Global Awal Bros Hospital dr Bambang Dwipayana SpKK mengatakan bahwa kanker kulit mempunyai banyak macam dan faktor penyebabnya. "Kanker kulit itu terbagi menjadi beberapa macam. Jenis yang paling sering terdapat yaitu karsinoma sel basal (KSB), karsinoma sel skuamosa (KSS), dan melanoma maligna (MM)," sebut dokter yang praktik di klinik Harmonia tersebut

Bentuk kanker kulit pada karsinoma sel basal adalah tampak tumor dengan luka di tengahnya dan tepi yang terdiri atas bintil-bintil berkilat, seperti mutiara berwarna hitam. Untuk bentuk karsinoma sel skuamosa, tampak luka luas yang tidak sembuh-sembuh dengan tepi menimbul berbenjol-benjol, luka dengan dasar jaringan granulasi

Adapun bentuk dari melanoma maligna yang berasal dari tahi lalat yang luas sejak lahir, tampak benjolan dengan tepi yang tidak teratur. Tampak juga anak sebar melanoma pada kulit. "Gejala yang dapat diketahui pada pasien yang mengalami kanker kulit di antaranya terdapat benjolan, luka yang semakin membesar yang merusak jaringan sekitar, timbul luka yang tidak beraturan, dan terkadang menimbulkan bau," kata dermatolog yang juga praktik di RS Karya Medika Tambun, Bekasi ini.

Faktor risiko kanker kulit ini terdiri atas faktor eksternal dan internal. Faktor dari luar (eksternal) itu di antaranya sinar ultraviolet yang berasal dari sinar matahari, atau sinar pengion dari sinar X atau radiasi, bahan kimia, misalnya arsen, hidrokarbon aromatik polisiklik dan virus, di antaranya virus papiloma humanus

Sementara untuk faktor risiko dari dalam (internal) adalah karena daya tahan tubuh, kelainan kulit sebelumnya, seperti tahi lalat biasa atau tahi lalat yang luas sejak lahir, luka yang tidak sembuh-sembuh, penyakit genetik pada kulit, yaitu xeroderma pigmentosum dan albinisme, adanya materi pembawa sifat yang dapat menyebabkan kanker (onkogen dan gen supresor tumor).

"Di antara sekian banyak faktor penyebab, tetapi penyebab utamanya adalah mutasi sinar ultraviolet atau mutasi dari DNA yang ada di dalam sel," sebut dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.

Ditambahkan Bambang bahwa hal tersebut terjadi karena yang sering terkena sinar matahari adalah kulit. Selain itu juga, orang yang sering memutihkan kulit juga rentan terkena penyakit ini.

"Dalam proses pemutihan kulit, maka akan membuat pigmen pada kulit seseorang menjadi menipis, atau bahkan pigmennya hilang, dan melanin berkurang. Dari hal tersebutlah, maka seseorang yang sering melakukan proses pemutihan kulit rentan terkena kanker kulit," sebut dokter yang pernah praktik di RSU Bekasi.

Mendeteksi adanya kanker kulit adalah dengan cara memeriksa kulit sendiri. Caranya, dengan memeriksa kulit mulai kulit kepala, muka, leher, tengkuk, lengan, badan (dada, perut, punggung, dan bokong), tungkai sampai telapak kaki. Periksa dengan menggunakan cermin setinggi tubuh dan cermin kecil (bila melihat bagian belakang tubuh) dalam ruangan yang berpenerangan baik

Bambang mengungkapkan, pada penyakit kanker kulit, bisa dilakukan diagnosis dengan cara yang berbeda-beda, tergantung masalah si pasiennya sendiri. Cara pendiagosisannya bisa dilakukan secara langsung atau bisa dengan menggunakan alat laboratorium. "Jika terdapat luka yang tidak kunjung sembuh, semakin melebar dan lukanya hitam, maka segera periksakan ke dokter spesialis kulit," sarannya.

Pengobatan kanker pada umumnya sama, yaitu dengan satu atau kombinasi beberapa cara berikut pembedahan (operasi), penyinaran (terapi radiasi), kemoterapi (obat pembunuh sel kanker), imunoterapi (meningkatkan daya tahan tubuh), targetted therapy (pengobatan kepada salah satu penyebab kanker), dan kombinasi pengobatan di atas.

Jika melakukan aktivitas di luar ruangan, hendaknya menggunakan pelindung kulit dengan jenis apa pun, bisa dengan topi, payung atau krim pelindung yang juga harus diperhatikan ketahanan, ketebalan, serta fungsi dari krim pelindung itu sendiri," kata Bambang.

Kanker kulit bisa terserang pada semua orang, baik laki-laki maupun perempuan. Semakin lanjut usia seseorang, semakin besar kemungkinannya terkena kanker kulit. Orang yang berkulit putih lebih mudah terkena daripada orang yang berkulit gelap. Mereka yang sering terkena sinar matahari lebih besar kemungkinannya menderita kanker kulit.

Kanker kulit banyak menyerang orang yang berkulit putih karena kadar melaninnya yang dimiliki oleh orang berkulit putih lebih sedikit. Selain itu, bisa juga karena kebiasaan berjemur tanpa menggunakan sunscreen," sebut dr Feriyansyah, dokter yang berpraktik di Puskesmas dan Rumah Bersalin Cipondoh, Tangerang.

Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang itu menuturkan, semua orang bisa terkena kanker kulit. Karena itu, banyak-banyaklah mengonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin C dan vitamin E sebagai antioksidan untuk mencegah radikal bebas dan proses peremajaan kulit.

Banyak mengonsumsi sayur dan buah segar dan hindari pemakaian kosmetik kulit yang mengandung zat kimia berbahaya (merkuri dan lain-lain) adalah salah satu cara agar terhindar dari kanker," ujar dokter yang juga praktik di klinik keluarga "dr Feri" sebagai ahli akupunktur dan kecantikan kulit ini.

Amankah Kopi bagi Jantung?

MINIMUM secangkir kopi hangat tentu terasa nikmat. Minuman yang telah menjadi bagian dari gaya hidup, tentu saja tidak bisa leluasa dinikmati penderita jantung.Di balik kenikmatannya, kafein disebut-sebut mampu memacu kerja jantung.

Demikian pula saat penderita penyakit jantung menyeruput teh. Sebenarnya penderita jantung bisa tetap meminum kopi dan teh asal tidak berlebihan. Batasan jumlah kopi maupun teh dikhawatirkan akan memacu rangsangan pada jantung dan berdenyut lebih kencang.

Hal ini mengakibatkan keluar air kencing lebih banyak karena membuat aliran darah lebih cepat. "Jika mengalami darah rendah dan gampang mengantuk dapat diatasi dengan mengonsumsi kopi asal dalam porsi sedikit saja," papar Tim Penyuluh dari RS Telogorejo, Semarang Agung Sudarmanto.

Kendati tidak leluasa mengonsumsi bukan berarti tanpa peraturan sama sekali. Penikmat kopi bisa mengonsumsi asal dibarengi dengan olahraga. Olah tubuh ini sedikit banyak bisa mengurangi jantung memompa berlebihan.

Penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian tertinggi.Gaya hidup tidak sehat dan pola makan dituding pemicu jumlah penderita semakin banyak. Agung memaparkan, pola makan yang tidak baik dapat menyebabkan gangguan pada arteri koroner.

Jika terus berlanjut akan mengalami penyempitan.Penyempitan arteri koroner dalam tubuh dapat disebabkan beberapa hal, yaitu kadar kolesterol yang tinggi, kencing manis (diabetes melitus), tekanan darah tinggi, merokok, kegemukan, kurang olahraga, stres, faktor keturunan, serta usia yang semakin bertambah.Beberapa makanan yang perlu diperhatikan seperti mengurangi dan menghindari konsumsi lemak jenuh seperti lemak, daging berlemak (terutama daging merah), jeroan, kuning telur, santan kental maupun goreng-gorengan, serta banyak mengonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan. Sebenarnya kolesterol tidak selamanya jahat.

Kolesterol terbagi menjadi kolesterol jahat (LDL) atau kolesterol baik (HDL). Semakin tinggi kolesterol jahat, semakin tinggi pula risiko terkena penyakit jantung. Jika LDL diturunkan satu persen,risiko terkena penyakit jantung koroner bisa turun pula satu persen.Sebaliknya, jika HDL naik satu persen peluang sehat bisa naik tiga persen. Jadi, sebaiknya orang berusaha menaikkan kadar HDL.
Ada beberapa cara nonfarmakologis yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kadar kolesterol baik, salah satunya adalah mengubah gaya hidup.

Misalkan, berolahraga teratur dan terukur, mengurangi asupan rokok, dan mengurangi berat badan. Olahraga rutin yang dianjurkan adalah tiga kali seminggu yakni joging atau jalan kaki